Perlu atau Tidak? Mengupas Fenomena Skin Fasting di Dunia Kecantikan

Skin fasting dibuat untuk memberi ruang bagi kulit agar dapat menyeimbangkan fungsinya secara alami. --Pinterest
BACA JUGA: 5 Brand Skincare Korea Populer dan Produk Andalannya di Indonesia
- Fokus ke basic routine. Pastikan tetap memakai pembersih, pelembab, dan sunscreen.
- Amati reaksi kulit. Perhatikan perubahan yang muncul, apakah kulit menjadi lebih tenang atau justru bermasalah.
- Konsultasi jika perlu. Apabila punya masalah kulit serius, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit sebelum skin fasting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
BACA JUGA: Tip Memilih Sunscreen yang Sesuai dengan Skintype Anda!
Skin fasting kini ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak influencer kecantikan membagikan pengalaman pribadi mereka saat melakukan skin fasting, lengkap dengan before-after. Beberapa mengaku kulitnya terasa lebih sehat, beberapa juga mengaku jika kurang cocok.
Skin fasting dianggap sejalan dengan pola hidup mindful, sederhana, dan eco-friendly karena mengurangi konsumsi produk yang berlebihan. --Pinterest
Tren ini tidak hanya soal kecantikan, tapi juga gaya hidup. Skin fasting dianggap sejalan dengan pola hidup mindful, sederhana, dan eco-friendly karena mengurangi konsumsi produk yang berlebihan.
Skin fasting menjadi alternatif yang menarik di tengah booming-nya tren skincare layering. Namun, perlu diingat bahwa setiap kulit memiliki kebutuhan yang berbeda. Tidak semua akan cocok dengan skincare layering, begitu pula tidak semua akan cocok dengan skin fasting.
Intinya, skin fasting bukan soal melawan skincare, melainkan belajar memahami apa yang benar-benar dibutuhkan oleh kulit. Karena terkadang, less is more. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: