Warga Israel Murka Hamas Belum Serahkan Jenazah Sandera Secara Lengkap

Warga Israel Murka Hamas Belum Serahkan Jenazah Sandera Secara Lengkap

Jenazah empat sandera yang sedang diiringi oleh Polisi Israel menuju Institut Forensik Abu Kabir di Tel Aviv, pada awal Oktober 15, 2025. --The Times of Israel

Keterlambatan tersebut juga menyulut kemarahan warga Israel karena Hamas belum mengembalikan semua jenazah sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata pekan lalu.

Pada Kamis, 16 Oktober 2025, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa ia akan tetap memastikan kembalinya semua sandera yang tewas. Kemudian, ia kembali menegaskan kesediaan pemerintah Israel untuk melakukan tindakan militer jika Hamas kembali menyerang.

BACA JUGA:Perundingan Damai, Israel dan Hamas Setujui Tahap Pertama Gencatan Senjata Gaza

“Perjuangan kami melawan terorisme akan terus berlanjut dengan kekuatan penuh. Kami tidak akan membiarkan kejahatan bangkit kembali. Kami akan membalas lunas siapapun yang menyerang kami,” ujar Netanyahu di upacara peringatan serangan 7 Oktober.

Di sisi lain, Forum Keluarga Sandera dan Orang Hilang Israel menuntut agar pemerintah menunda pelaksanaan tahap gencatan senjata berikutnya jika Hamas gagal mengembalikan jenazah-jenazah yang tersisa.

“Hamas melanggar perjanjian dan masih menahan 19 (jenazah) sandera. Setiap tindakan diplomatik atau militer yang tidak  menjamin kembalinya mereka merupakan pengkhianatan terhadap warga sipil,” tulis forum tersebut dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA:Hamas Bebaskan Seluruh Sandera Hidup, Israel Putar Lagu “Habayta” di Tengah Haru

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz juga memperingatkan konsekuensi jika Hamas tidak dapat mengembalikan jenazah yang tersisa. 

“(Israel) akan terus melanjutkan pertempuran dan bertindak untuk mengalahkan Hamas, mengubah keadaan di Gaza, dan mencapai semua tujuan perang,” ujar Katz.

Berdasarkan rencana pascaperang Gaza, tahap gencatan senjata selanjutkan akan meliputi pelucutan senjata Hamas, penawaran amnesti bagi Hamas yang menyerahkan senjata, dan pembentukan pemerintahan Gaza pasca perang.(*)

*) Mahasiswa magang prodi Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: