Hasto Ungkap Megawati Pernah Kritik Proyek Kereta Cepat Whoosh sejak Awal

Hasto Ungkap Megawati Pernah Kritik Proyek Kereta Cepat Whoosh sejak Awal

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto meminta fenomena pengibaran bendera bulan bintang di Aceh Utara tak dipolitisir.--

BACA JUGA:Berita Hoax: Natuna Utara Jadi Jaminan Utang Whoosh, Begini Penjelasan Mafindo!

PDIP sendiri telah menyampaikan masukan kepada pemerintah sebanyak 3 kali terkait arah pembangunan transportasi publik.

Hasto menekankan pentingnya mempertimbangkan kondisi geologis kawasan Bandung serta situasi ekonomi masyarakat sebelum memutuskan pembangunan infrastruktur besar.

BACA JUGA:Purbaya Setuju dengan Jokowi: Whoosh untuk Produktivitas, Bukan Keuntungan Komersial

“Paradigma transportasi publik bagi kepentingan publik itu jauh lebih dikedepankan,” tegasnya.

Meski demikian, ia menyatakan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan presiden saat itu, Joko Widodo (Jokowi).

BACA JUGA:Tiongkok Angkat Bicara Soal Polemik dan Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh

Sebagai informasi, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh pertama kali digagas pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), namun baru terealisasi di masa Presiden Jokowi.

Pembangunan dilakukan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), sebuah konsorsium antara BUMN Indonesia dan China Railway, dengan skema business to business. (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi English for Creative Industry Universitas Kristen Petra

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: