Tak Sepaham Soal Ukraina, G20 Afrika Selatan dibuka Tanpa Trump
Wakil Presiden Afrika Selatan Paul Mashatile (kanan) menyambut Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (kiri) setibanya ia menghadiri pembukaan KTT Pemimpin G20 di Pusat Expo Nasrec, Johannesburg, pada 22 November 2025.-Leon Neal/POOL/AFP-
HARIAN DISWAY - Negosiasi sedang berlangsung antara Rusia, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa tentang nasib Ukraina pasca perang. Sejauh ini, AS telah menggulirkan 28 poin rencana perdamaian Rusia-Ukraina. Tidak semua setuju dengan rencana tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky setelah menerima rancangan tersebut segera mengadakan panggilan telepon dengan sekutu-sekutu utamanya di Eropa. Meskipun sebelumnya Zelensky menyatakan kesediaan untuk "mempertimbangkan" proposal AS tersebut, ia belum secara eksplisit menyatakan setuju.
Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz bergabung dengan Zelensky dalam panggilan tersebut.
Zelensky bersama dengan Para pemimpin Jerman, Prancis, Inggris, menekankan perlunya melindungi kepentingan vital Eropa dan Ukraina, di sisi lain mereka menyambut baik rancangan perdamaian ini.
"Kami sedang mengerjakan dokumen yang disiapkan oleh pihak Amerika. Ini harus menjadi rencana yang menjamin perdamaian yang nyata dan bermartabat," ujar Zelensky di media sosial setelah melakukan panggilan telepon dengan sekutu-sekutu Eropa.
BACA JUGA:Penjelasan Lengkap 28 Poin Rencana Trump untuk Perdamaian Rusia-Ukraina
BACA JUGA:Zelensky Terima 28 Poin Rencana Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Kerenggangan antara Amerika Serikat dan Eropa mengenai masa depan Ukraina diperkirakan akan membayangi KTT G20 yang dimulai di Afrika Selatan pada Sabtu, 22 November 2025. Hal ini ditandai dengan absennya Donald Trump.
Pertemuan di Johannesburg itu dihadiri sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri India Narendra Modi, Perdana Menteri China Li Qiang, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Namun Trump memboikot acara tersebut. Pemerintahannya menyatakan bahwa prioritas Afrika Selatan — terutama penguatan kerja sama global di bidang perdagangan dan aksi iklim — bertentangan dengan kebijakan AS.
BACA JUGA:Sri Mulyani Tekankan Inklusivitas dalam Arsitektur Keuangan Global di Forum G20 Afrika Selatan
BACA JUGA:Trump Boikot KTT G20 Afrika Selatan, Protes Perlakuan terhadap Petani Kulit Putih
Meski tidak hadir, Trump tetap menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut. Utamanya soal proposal damainya yang dinilai terlalu "menguntungkan" Rusia.
Pada Sabtu ini, para pemimpin Eropa akan bertemu di sela-sela KTT untuk menegaskan “bahwa tidak boleh ada keputusan tentang Ukraina tanpa melibatkan Ukraina,” kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: