10 Fakta Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang Ditangkap Trump

10 Fakta Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang Ditangkap Trump

Karier dan rekam jejak Nicolas Maduro, Presiden Venezuela tengah menjadi sorotan dunia.--CNBC/Getty Image

HARIAN DISWAY-Nicolas Maduro mengakhiri kekuasaannya dengan cara yang dramatis. Setelah 13 tahun delapan bulan memimpin Venezuela, pria 63 tahun itu ditangkap pasukan khusus Amerika Serikat dan diterbangkan keluar negeri. Dari figur kelas pekerja hingga simbol rezim represif, berikut fakta-fakta kunci tentang Maduro yang dirangkum dari sejumlah media.

1. Berasal dari latar sederhana

Maduro lahir pada 23 November 1962. Ia tumbuh di El Valle, kawasan kelas pekerja di pinggiran Caracas. Karier politiknya bermula sebagai ketua serikat siswa di SMA José Ávalos. Catatan menunjukkan ia tidak pernah lulus sekolah menengah, namun dikenal sebagai sosok berpostur besar dan mampu merangkul berbagai kalangan.

2. Pernah menjadi sopir bus dan aktivis serikat

Pendidikan formal Maduro setelah SMA hanya diperoleh saat ia pergi ke Kuba pada 1986. Sepulangnya, ia bekerja sebagai sopir bus di sistem metro Caracas. Di sana ia menanjak sebagai pemimpin serikat, mengikuti jejak ayahnya, dan mulai dikenal sebagai pengagum fanatik Hugo Chávez.

BACA JUGA:Fakta-Fakta Venezuela setelah Nicolas Maduro Ditangkap

BACA JUGA:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Tiba di New York, Diadili Senin

3. Naik daun bersama Hugo Chávez

Pada pertengahan 1990-an, Maduro bergabung dengan gerakan politik Chávez, yang saat itu baru mendapat pengampunan presiden usai memimpin kudeta gagal. Ketika Chávez menang pemilu 1998, loyalitas dan komitmen ideologis Maduro membuatnya cepat naik. Ia menghabiskan enam tahun di parlemen, lalu diangkat menjadi menteri luar negeri dan kemudian wakil presiden.

4. Menjadi penerus Chávez pada 2013

Saat Chávez wafat akibat kanker pada 2013, Maduro ditunjuk sebagai penerus. Banyak pihak meremehkannya, menyebutnya minim karisma dan hanya meniru retorika mentornya. Namun ia memenangkan pemilu secara tipis dan memulai masa jabatan enam tahun pertamanya.

5. Kekuasaan diwarnai krisis dan represi

Sejak awal, pemerintahannya diguncang protes oposisi, termasuk yang dipimpin María Corina Machado. Aparat keamanan menindak keras demonstrasi, menewaskan 43 orang dan menangkap puluhan lainnya. Pada 2015, partai berkuasa kehilangan kendali atas parlemen untuk pertama kalinya dalam 16 tahun.

6. Membekukan oposisi dan menuai tuduhan kejahatan kemanusiaan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: