8.000 Prajurit RI ke Gaza, Ini Sumber Dana dan Jadwal Pengirimannya!
Presiden Prabowo menghadiri pertemuan perdana Board of Peace di Washington DC dan menyatakan kesiapan Indonesia kirim 8.000 prajurit untuk misi stabilisasi Gaza.-Instagram Presiden RI-
HARIAN DISWAY – Pemerintah memastikan sumber pendanaan untuk rencana pengiriman 8.000 prajurit Indonesia ke Gaza tidak sepenuhnya berasal dari anggaran nasional.
Dana operasional misi tersebut akan ditopang oleh kontribusi internasional yang telah menjadi komitmen sejumlah negara.
Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan, skema pembiayaan mengacu pada komitmen dukungan yang disepakati dalam forum Board of Peace.
"Jadi nanti masalah keuangan sejauh ini itu seperti kemarin di Board of Peace itu juga ada beberapa yang komitmen untuk kontribusi baik private maupun negara, itu juga akan digunakan untuk menopang semua operasional," kata Sugiono dalam keterangannya di Washington DC, AS, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu, 21 Februari 2026.
Selain kontribusi keanggotaan sebesar 1 miliar dollar AS, terdapat tambahan komitmen pendanaan dari sembilan negara.
Mereka adalah Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait. Total dukungan yang dijanjikan mencapai 7 miliar dollar AS.
BACA JUGA:Sumbang 8.000 Pasukan, Sugiono Pastikan Indonesia Bebas Iuran Board of Peace
BACA JUGA:Sugiono: Penunjukan Indonesia Sebagai Wakil Komandan Pasukan Perdamaian Adalah Pengakuan Dunia
Meski demikian, Indonesia tetap akan menanggung sebagian biaya sebagai negara pengirim pasukan.
"Tapi kita juga sebagai pengirim pasukan ya pasti mengeluarkan biaya," jelas Sugiono.
Keputusan pengiriman prajurit ini menyusul bergabungnya Indonesia dalam Pasukan Stabilisasi Internasional. Komitmen tersebut disampaikan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi Board of Peace di Washington DC, yang turut dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para pemimpin negara lain.
Dalam forum tersebut, Presiden menegaskan kesiapan Indonesia mengirim ribuan personel untuk mendukung stabilitas kawasan.
"Pencapaian gencatan senjata itu nyata, kami memuji hal ini. Dan oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8.000 atau lebih jika diperlukan," kata Prabowo dalam KTT BoP, Kamis, 19 Februari 2026 waktu setempat.
BACA JUGA:Sugiono Tegaskan Indonesia Anggota Tetap Board of Peace Tanpa Iuran 1 Miliar Dolar AS
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: kompas.com