Festival Dongeng Surabaya Jelajah Semesta: Cukup 5-15 Menit, Pahami Cerita Dulu sebelum Mendongeng
RIZKI AHMAD MAHENDRA (kiri) mementaskan dongeng bersama Komunitas Cerita Teman Tuli (Tatuli) pada Sabtu, 29 November 2025.-Afif Siwi-Harian Disway-
HARIAN DISWAY - Mendongeng adalah menceritakan kembali. Maka, yang menyampaikan dongeng harus lebih dulu membaca dan memahami ceritanya. Setelah itu, barulah memainkan intonasi atau gestur-gestur menarik untuk membuat pendengar cerita kerasan.
Di hadapan para peserta lokakarya Temukan Rahasia Buku yang Bercerita, Ariyo Zidni membeber banyak rahasia. Founder Ayo Dongeng Indonesia itu menegaskan bahwa mendongeng itu sebenarnya sederhana. “Tidak perlu menggunakan diksi seperti menulis,” ungkapnya pada Sabtu, 29 November 2025.
Kunci mendongeng adalah pahami alur cerita dan karakter masing-masing tokoh. Namun, perhatikan pula tanda baca, ekspresi tokoh dalam ilustrasi, dan penekanan nada dalam menyampaikan cerita.
“Sebab itu, sebelum membacakan cerita harus membaca dan memahami keseluruhan isi ceritanya terlebih dahulu,” tutur lelaki yang karib disapa Kak Aio itu.
BACA JUGA:Festival Dongeng Surabaya Tularkan Kemampuan Bercerita kepada Para Guru dan Pegiat Literasi
BACA JUGA:Kembalikan Dongeng ke Rumah, Festival Dongeng Surabaya ke-10 Usung Jelajah Semesta
Dongeng menjadi menarik karena adanya nada dalam penyampaiannya. Ada yang dipercepat, diperlambat, dan ditahan. “Metode penyampaian itu yang memengaruhi emosional pendengar dongeng,” pesannya.
Biasanya, buku dongeng dilengkapi dengan ilustrasi. Mengapa? “Ilustrasi itu juga mampu meningkatkan imajinasi anak,” kata Kak Aio.
Kendati ilustrasi dalam buku dongeng bersifat diam alias tidak bergerak, keberadaannya bisa menggugah imajinasi para pembacanya. Termasuk, mereka yang membaca untuk kemudian menceritakan ulang isi buku tersebut melalui dongeng.
Anak-anak, biasanya sangat mudah dipancing daya imajinasinya. Karena itulah, buku cerita anak maupun buku dongeng dilengkapi ilustrasi.

ARIYO ZIDNI alias Kak Aio membagikan kiat mendongeng kepada peserta lokakarya Festival Dongeng Surabaya.-Afif Siwi-Harian Disway-
BACA JUGA:7 Manfaat Mendongeng untuk Anak
BACA JUGA:Sambut Hari Dongeng Nasional, Berikut 4 Legenda Nusantara yang Jarang Diketahui
Keseruan bisa dibangun dari situ. Buku dongeng juga bisa menjadi sarana untuk mendekatkan jalinan komunikasi orang tua dan anak.
Namun, para orang tua harus aktif. Bahkan, sejak di dalam kandungan pun, anak-anak bisa dirangsang lewat dongeng. Terutama, saat kandungan memasuki trimester akhir.
Kak Aio mengatakan bahwa para guru di sekolah pun punya andil besar dalam mengedukasi anak-anak melalui dongeng. Demikian juga para pendamping di panti jompo yang setiap hari berinteraksi dengan mereka yang lanjut usia (lansia).
“Menurut pendamping di panti jompo, para lansia itu pun senang banget dengerin cerita. Setelah itu, gantian mereka yang bercerita. Malah jadinya lebih banyak mereka yang bercerita,” terang Kak Aio saat berbincang dengan Harian Disway di Auditorium Literasi, Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Jawa Timur.
BACA JUGA:Dongeng Fabel Mercure Surabaya Grand Mirama Angkat Isu Lingkungan lewat Cerita dan Imajinasi Anak
BACA JUGA:Ada 5 Dongeng Legenda yang Bisa Dipakai Para Bunda untuk Kenalkan Nusantara pada Anak
Mendongeng, bagi Inge Ariani Safitri, adalah bagian dari kehidupan. Dia percaya bahwa dongeng masih menjadi cara yang paling ampuh untuk membentuk karakter anak-anak.
Kali ini, dalam Festival Dongeng Surabaya yang ke-10, founder Kumpul Dongeng Surabaya itu bekerja sama dengan komunitas lain dan Dispusip Jawa Timur menggelar Jelajah Semesta.
Pada hari kedua rangkaian Festival Dongeng Surabaya, buku 14 Cerita Eksplorasi STEAM diluncurkan. “Setiap tahun memang kami membuat kelas menulis untuk relawan buku dongeng. Selanjutnya, ada seleksi untuk memilih 14 penulis,” papar perempuan ramah yang disapa Bunda Inge tersebut.
Dia menambahkan bahwa sebanyak 14 penulis itu sudah termasuk empat editor. "Kami bekerja sama dengan DKV ITS untuk membuat ilustrasinya," lanjut sosok yang menggagas Festival Dongeng Surabaya itu.

INGE ARIANI SAFITRI alias Bunda Inge menggagas Festival Dongeng Surabaya lewat kolaborasi lintas komunitas dan dinas.-Afif Siwi-Harian Disway-
BACA JUGA:Dongeng Wali Kota Eri Cahyadi: Monda-Monca, Cermin Anak Surabaya
BACA JUGA:Kak Harris, si Juru Dongeng Asal Surabaya: Tetap Mendongeng meski Anak-Anak Akrab dengan Gadget
Buku 14 Cerita Eksplorasi STEAM adalah antologi cerita anak yang menggabungkan unsur sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika dalam bentuk dongeng yang sederhana dan menarik bagi anak.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si, menyebut rangkaian literasi kreatif di lingkup kerjanya itu sebagai bagian dari transformasi perpustakaan. Bukan sekadar tempat untuk mencari referensi, perpustakaan di era modern ini adalah juga ruang belajar yang ramah dan inovatif.
“Anak-anak lebih mudah memahami pengetahuan ketika belajar lewat pengalaman yang menyenangkan. Cerita, ilustrasi, dan aktivitas kreatif seperti ini membuat konsep STEAM terasa dekat dan alami. Kami ingin perpustakaan menjadi tempat di mana anak-anak merasa bebas bereksplorasi,” paparnya.
Peluncuran buku Sabtu pagi dirangkai dengan pelatihan dongeng dan talkshow. Festival Dongeng Surabaya mencapai puncaknya pada Minggu, 30 November 2025.
BACA JUGA:Mendongeng Dulu sebelum Vaksin Polio di Rotary Club
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: