Ini Alasan Banjir dan Longsor di Sumatera Belum Ditetapkan sebagai Bencana Nasional
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan alasan pemerintah belum menetapkan banjir dan longsor yang melanda Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat sebagai bencana nasional--Anisha Aprilia
HARIAN DISWAY- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan penjelasan mengenai alasan pemerintah belum mengategorikan banjir dan tanah longsor yang terjadi di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat sebagai bencana nasional.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan bahwa penentuan status nasional dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jumlah korban dan tingkat kemudahan akses.
“Yang dimaksud dengan status bencana nasional yang pernah ditetapkan oleh Indonesia itu kan Covid-19 dan bencana-bencana seperti tsunami 2004. Hanya dua itu yang menjadi bencana nasional,” ujar Suharyanto saat konferensi pers virtual di Jakarta.
Ia membandingkan keadaan banjir di Sumatera dengan tsunami yang menerpa Aceh pada tahun 2004. Suharyanto menilai bahwa bencana banjir di Sumatera tampak menakutkan di platform media sosial.
BACA JUGA:Dampak Banjir di Sumatera: Jalan Terputus, Jembatan Rusak, dan Ratusan Warga Terisolasi
BACA JUGA:Update Banjir Bandang Sumatera: 174 Korban Meninggal, 79 Orang Hilang, Akses Jalan Terputus
“Mungkin dari skala korban, kemudian juga kesulitan akses, rekan-rekan media bisa membandingkan saja dengan kejadian sekarang ini. Memang kemarin kelihatannya mencekam, kan berseliweran di media sosial, tidak bisa bertemu segala macam. Tapi, begitu sampai ke sini, sekarang rekan media hadir di lokasi dan tidak hujan,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa bencana di ketiga provinsi tersebut masih dianggap sebagai bencana daerah tingkat provinsi.
“Sekarang yang menjadi hal yang sangat serius tinggal Tapanuli Tengah. Daerah lainnya kelihatannya relatif, masyarakatnya kita lihatlah. Jadi saya tidak perlu menyampaikan apakah perlu atau tidaknya status darurat bencana nasional atau daerah, tetapi sekarang statusnya masih bencana daerah tingkat provinsi,” jelasnya.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah pusat tetap memberikan dukungan penuh dalam penanganan daerah yang terdampak.
BACA JUGA:Update Banjir Bandang Sumatera: 174 Korban Meninggal, 79 Orang Hilang, Akses Jalan Terputus
BACA JUGA:BRI Peduli Cepat Tanggap, Salurkan Bantuan ke Korban Banjir Bandang Sumatera
Pemerintah pusat melalui BNPB, TNI, Polri, dan instansi terkait mendukung kekuatan maksimal.
"Buktinya Bapak Presiden sendiri membantu secara besar-besaran. Kemudian TNI–Polri mengerahkan alutsista secara besar-besaran. Kami pun mengerahkan seluruh kekuatan ke sini. Nah apakah itu mau ditarik lagi, saya kembalikan ke rekan-rekan media,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: