Fraksi PKS DPRD Jatim Potong Gaji untuk Donasi ke Bencana Sumatra dan Aceh
Fraksi PKS DPRD Jatim di Ruang Fraksi -PKS Jatim-
SURABAYA, HARIAN DISWAY- Seluruh Anggota Fraksi PKS DPRD Jatim sepakat potong gaji untuk membantu korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang mendala Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Jumat 5 Desember 2025.
Keputusan itu dibuat oleh Fraksi PKS DPRD Jatim setelah mendapat instruksi dari Presiden PKS Almuzzammil Yusuf. Yang meminta seluruh jajaran PKS, mulai dari pengurus, anggota DPR RI, DPRD provinsi dan kabupaten/kota, hingga kepala daerah yang diusung PKS, untuk turun tangan membantu para korban bencana di Sumatera dan Aceh. Termasuk melalui pemotongan gaji sebagai bentuk solidaritas.
Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, menyatakan bahwa dirinya dan seluruh anggota fraksi menyambut seruan itu dengan penuh keikhlasan. Bagi Lilik, instruksi tersebut bukan sekadar kebijakan organisasi, tetapi panggilan kemanusiaan.
“Begitu mendengar seruan dari Presiden PKS agar seluruh anggota DPRD melakukan pemotongan gaji untuk membantu saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh, hati saya langsung tergetar,” katanya. Sebab, ini bukan sekadar instruksi organisasi, ini panggilan kemanusiaan.
BACA JUGA:PKS Temui Prabowo di Istana, Bahas Demokrasi hingga Isu Palestina
BACA JUGA:Sengkarut Klaim BPJS di RS, Dinkes Jatim Sarankan Semua Pihak Pahami Isi PKS sebelum Tandatangan
Lilik menegaskan bahwa pemotongan gaji bukanlah sebuah pengorbanan besar bagi dirinya dan anggota fraksi. Sebaliknya, ia memandang langkah tersebut sebagai wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab moral.
“Apa pun yang bisa kami sisihkan, sekecil apa pun, biarlah itu menjadi penguat bagi mereka. Bagi kami, memotong gaji bukan pengorbanan, tapi amanah kemanusiaan,” lanjutnya.
Ia juga mengingatkan bahwa budaya pemotongan gaji untuk merespons bencana sudah lama menjadi tradisi solidaritas di tubuh PKS. Sehingga langkah ini diterima dengan hati lapang oleh seluruh kader.
Menurutnya, PKS ingin menunjukkan bahwa keberpihakan kepada rakyat tidak hanya hadir di saat nyaman, tetapi terutama ketika rakyat sedang terluka.
“Semoga langkah kecil ini dapat meringankan duka mereka, dan semoga Allah membalas kebaikan semua pihak yang turut membantu. Indonesia hanya akan kuat jika kita saling menguatkan,” tutup Lilik. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: