Fungsi dan Makna Jumlah Dupa untuk Sembahyang Menurut Konghucu

Fungsi dan Makna Jumlah Dupa untuk Sembahyang Menurut Konghucu

Ws. Liem Tiong Yang menggunakan tiga dupa saat memimpin peribadatan umat Konghucu.-Guruh D.N.-HARIAN DISWAY

Angka dua menyimbolkan yin-yang atau keseimbangan. Antara gelap dan terang, kelahiran dan kematian, baik dan buruk, dan semacamnya. 

Dualisme itulah inti dari konsep yin-yang. Keseimbangan yang jadi unsur penentu dalam siklus alam semesta.

Maka, jumlah dua dupa untuk sembahyang orang meninggal melambangkan bahwa umat yang hidup di dunia (yang) mendoakan mereka yang ada di alam arwah (yin). 

BACA JUGA:Umat Konghucu Gelar Cisuak Larung di Pantai Kenjeran, Ritual Tahunan Jelang Imlek

BACA JUGA:Mengenal Perbedaan Tradisi Pernikahan Tionghoa Sangjit dan Tingjing

Tiga Dupa

“Kalau dupa berjumlah tiga biasanya kami pakai sembahyang untuk memuja Tuhan dan Para Suci,” ujarnya. 

Tiga dupa adalah perlambang hubungan antara langit, bumi, dan manusia. Langit adalah manifestasi Tuhan, penentu segala kehidupan.

Sedangkan bumi adalah tempat manusia berpijak. Perlu adanya rasa cinta terhadap bumi. Terhadap ekologi atau lingkungan. Dengan rasa cinta, maka akan terjalin hubungan harmonis antara bumi atau alam dengan manusia.

Manusia adalah subjek yang kedudukannya berada di bawah takdir Tuhan. Ia hidup di dalam ruang bumi. Maka, sembahyang tiga dupa dilakukan oleh manusia.

BACA JUGA:Cheongsam dan Changshan: Pesona Busana Tradisional Tionghoa di Hari Imlek

BACA JUGA:Memahami Shio dalam Zodiak Tionghoa: Karakteristik dan Pengaruhnya dalam Kehidupan

Sebagai wujud rasa syukur dan pengharapan. Juga demi keselarasan antara pencipta, ruang hidup, dan dirinya.

Tak Menggunakan Dupa Berjumlah Empat 

Dalam tradisi Tionghoa pada umumnya, termasuk sistem peribadatan Konghucu, tak mengenal dupa berjumlah empat. 

Sebab, dalam tradisi tersebut angka empat sangat dihindari. Karena maknanya buruk. Penyebutan angka empat bermakna shi. Dalam bahasa Mandarin mirip dengan kata “kematian”.

Lima Dupa

Jumlah ganjil bagi umat Khonghucu bermakna sesuatu yang bersifat gaib. Seperti penggunaan dupa berjumlah lima. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: