Merawat Ingatan Keabadian Ilmu
ILUSTRASI Merawat Ingatan Keabadian Ilmu.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Tunjangan profesi guru yang masih dibayarkan tiga bulan sekali perlu mendapat perhatian. Upaya Profesor Mu’ti untuk membayarkan langsung setiap bulan perlu didukung oleh, misalnya, Kementerian Keuangan dan gubernur/bupati. Terutama tunjangan profesi guru non-ASN.
Guru non-ASN dengan berbagai rupa sebutan (guru kontrak, guru honorer, guru yayasan, dan seterusnya). Pemerintah perlu memastikan tunjangan sebesar Rp2 juta per bulan itu terkirim tepat waktu dan mempunyai kemanfaatan.
Uang tersebut sangat bermanfaat bagi guru non-ASN sebagai imbalan –walaupun belum ideal– atas jasanya.
Saat guru makin sejahtera, akan banyak anak bangsa yang bercita-cita menjadi pendidik. Cita-cita itulah yang akan terus merawat ingatan keabadian tentang ilmu dan keadaban. Dunia akan terus bersinar saat masih banyak generasi mendatang menjadi seorang guru.
Pasalnya, guru adalah suluh yang menunjuk terang dan menyinari kegelapan. Guru adalah wasilah mencerahkan kehidupan bangsa.
Pada akhirnya, mari terus merawat ingatan ilmu dengan memuliakan guru. Pemuliaan guru tidak hanya sebatas untaian kata-kata bijak. Namun, perlu mewujud dalam langkah dan kerja nyata. (*)

*) Benni Setiawan adalah dosen Universitas Negeri Yogyakarta dan peneliti Maarif Institute. Penulis buku Keterasingan Pendidikan Nasional (2019).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: