Zine Exhibition Jelang Hari Ibu: Panggil Aku dengan Namaku

Zine Exhibition Jelang Hari Ibu: Panggil Aku dengan Namaku

PANGGIL AKU DENGAN NAMAKU karya Tri Lestari dalam zine exhibition di C2O Surabaya Minggu, 21 Desember 2025.-Amelia Puspa Ningrum-Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Perpustakaan dan area kolaboratif C2O menyuguhkan pameran zine Minggu, 21 Desember 2025. Di belakang rak-rak buku Perpustakaan, instalasi apik tentang pemberdayaan perempuan menarik perhatian.

Pameran Panggil Aku dengan Namaku mengajak para pengunjung untuk sejenak berhenti dari rutinitas. Membaca, merenung, berefleksi, dan pelan-pelan mengenali lagi diri sendiri.

"Jarang dari kita yang bisa dengan leluasa dipanggil dengan nama kita sendiri. Selalu ada embel-embel yang melekat,” papar Tri Lestari, penyelenggara pameran, kepada Harian Disway

Embel-embel yang dia maksud adalah nama suami atau nama anak. Misalnya, dipanggil Bu Rahmat karena bersuamikan Rahmat, atau dipanggil Mama Zio karena punya anak bernama Zio. 

BACA JUGA: Collector’s Spotlight Orasis Art Space Tampilkan 10 Lukisan Sambut Libur Natal dan Tahun Baru

BACA JUGA: Penampilan Kuartet Juilliard di Tianjin Jadi Simbol Pertukaran Harmonis Budaya Tiongkok-AS


DEKORASI venue pameran Panggil Aku dengan Namaku tegas menyuarakan keresahan Tri Lestari pada Minggu, 21 Desember 2025. -Amelia Puspa Ningrum-Harian Disway

Berangkat dari keresahan itu, perempuan yang akrab disapa Tar tersebut menggagas pameran Panggil Aku dengan Namaku. Dia menuliskan pandangannya tentang perempuan dan identitas melalui zine.

Zine itu memuat puisi, prosa, cerpen, dan artikel ilmiah seputar perempuan dan label yang disematkan masyarakat. 

Tar juga menampilkan wawancaranya dengan seorang teman yang sedang menempuh pendidikan S3. Si teman sering kena stigma negatif karena lebih memilih pendidikan dan karir. 

Realita-realita tidak menyenangkan itu diangkat oleh Tar dalam pameran yang sengaja dihelat berdekatan dengan peringatan Hari Ibu pada 22 Desember.

BACA JUGA:Menyulamkan Suara Perempuan Lewat Workshop Sashiko

BACA JUGA:Luka dan Keras Kepala di Balik Rumpun Kupu-Kupu Karya 12 Penulis Perempuan


PUISI yang dipamerkan dalam zine exhibition Panggil Aku dengan Namaku di C2O library & collabtive space Surabaya. -Amelia Puspa Ningrum-Harian Disway

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: