Zine Exhibition Jelang Hari Ibu: Panggil Aku dengan Namaku

Zine Exhibition Jelang Hari Ibu: Panggil Aku dengan Namaku

PANGGIL AKU DENGAN NAMAKU karya Tri Lestari dalam zine exhibition di C2O Surabaya Minggu, 21 Desember 2025.-Amelia Puspa Ningrum-Harian Disway

Tar menegaskan bahwa Hari Ibu adalah perayaan bagi seluruh perempuan Indonesia yang punya perjalanan hidup beragam dan pilihan serta keputusan berbeda-beda tentang hidupnya. 

Sebagai bagian dari penghargaan terhadap perempuan, Tar mengajak para pengunjung pameran untuk mengaktualisasikan diri mereka dalam sesi art therapy.

Para pengunjung bebas melukis di atas kanvas dengan art kit yang telah disediakan. Tar berharap, semua yang hadir dalam pamerannya bisa mengungkapkan perasaan mereka melalui seni. 

Pengunjung tidak harus membuat gambar yang bagus. Yang lebih penting adalah menyalurkan rasa dan emosi dalam diri menjadi kreasi seni. 

BACA JUGA: Mbangunrejo Art Festival 2025, Berbagai Pentas Seni Tampilkan Wajah Baru Kampung Bangunrejo

BACA JUGA: Harta Seni Tiongkok yang Hilang Akhirnya Kembali, Koleksi Lukisan dan Kaligrafi Langka Dipamerkan di Shanghai Museum

"Karena semua emosi itu valid. Mungkin cara penyampaiannya saja yang masih kurang tepat. Itu yang membuat kita punya anger issues, sampai leading depression,” terang Tar. 

Menurut perempuan berponi itu, sebagian besar orang terbiasa memendam emosi. Padahal, emosi yang tidak tersalurkan itu menumpuk dan bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental.

Tar menegaskan bahwa melalui seni, emosi dapat diluapkan dengan cara yang lebih aman dan jujur. Karena itu, dia mengajak para pengunjung berpartisipasi.

Meski mengangkat isu perempuan dan identitasnya, pameran itu terbuka untuk semua gender, termasuk laki-laki. Tar berharap, pameran itu bisa menjadi ruang untuk memahami serta memvalidasi perasaan satu sama lain. 

BACA JUGA: Diskusi Publik ARTSUBS 2025, Pendidikan Seni Rupa Indonesia dan Industri Kreatif

BACA JUGA: 20 Tahun Berlakon, Reza Rahardian Bercerita dengan Raga di ARTJOG 2025


TRI LESTARI berbincang dengan para pengunjung zine exhibition Panggil Aku dengan Namaku pada Minggu sore, 21 Desember 2025. -Amelia Puspa Ningrum-Harian Disway

Salah satu pengunjung, Ryan Arifianto, mengaku tertarik datang karena isu yang diusung Tar dalam pameran. "Temanya bagus, ke arah mental dan cara bertahan hidup. Tempatnya juga mendukung," jelasnya. 

Ia berharap acara seperti itu bisa diselenggarakan lebih sering dengan berbagai tema. Menurutnya, acara diskusi dan refleksi seperti itu masih jarang ditemui di Kota Pahlawan. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: