GTA 6 Disebut Tak Akan Dijual 100 Dolar Meski Jadi Game Termahal Sepanjang Sejarah
Mantan karyawan Rockstar Games mengungkap bahwa GTA 6 tak akan lebih dari USD 100. --Rockstar Games
Meski demikian, Vermeij tidak menampik bahwa GTA 6 berpotensi menjadi game dengan biaya produksi terbesar dalam sejarah.
Rumor yang beredar sebelumnya menyebut anggaran pengembangan GTA 6 bisa mencapai 2 miliar dolar AS.
Dengan proses produksi yang panjang dan beberapa kali penundaan, angka tersebut dinilai masih bisa terus bertambah.
BACA JUGA:Jutaan Gamer Tertipu Video Gameplay GTA 6 Terbaru, Ternyata Bikinan AI
BACA JUGA:Kasus GTA 6: Mengapa Game Sekarang Butuh Waktu Penggarapan Semakin Lama daripada Game Zaman Dulu?
Namun, Vermeij menilai harga jual tinggi bukanlah solusi utama untuk menutup biaya tersebut. Menurutnya, kekuatan merek Grand Theft Auto justru terletak pada basis pemain yang sangat besar.
Dengan mematok harga sekitar USD 70 atau sekitar Rp1.420.000, Rockstar dapat menarik sebanyak mungkin pemain sejak hari pertama rilis.
Setelah itu, Rockstar Games bisa memaksimalkan pendapatan melalui mode online, konten tambahan, hingga sistem berlangganan.
Hingga kini, Rockstar Games memang belum secara resmi mengumumkan keberadaan mode online di GTA 6.
BACA JUGA:GTA 6 Dinilai Tak Akan Selamatkan Industri Gim yang Sedang Terpuruk
BACA JUGA:GTA 6 Ditunda Lagi, Take-Two Interactive dan Rockstar Fokus Memoles Detail dalam Game
Namun, berbagai bocoran dan laporan dari orang terpercaya dalam industri itu menyebut bahwa mode daring GTA 6 sudah berada dalam tahap pengembangan lanjutan.
Bahkan ada spekulasi bahwa mode online tersebut bisa dirilis terpisah setelah game utama meluncur. Vermeij juga menyoroti masa depan biaya pengembangan game.
Ia menyebut GTA 6 berpeluang menjadi game termahal “untuk waktu yang sangat lama.” Karena teknologi kecerdasan buatan atau AI diperkirakan akan menekan biaya produksi di masa depan.
Menurutnya, sekitar 70 persen biaya pengembangan game berasal dari pekerjaan artistik yang bersifat repetitif. Seperti rigging dan perbaikan mesh, yang suatu saat bisa diotomatisasi oleh AI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: