Teror Bom Jelang Natal di Sepuluh Sekolah di Depok: Pelaku Cari Perhatian

Teror Bom Jelang Natal di Sepuluh Sekolah di Depok: Pelaku Cari Perhatian

ILUSTRASI Teror Bom Jelang Natal di Sepuluh Sekolah di Depok: Pelaku Cari Perhatian.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Polisi masih memeriksa, benarkah akun e-mail Kamila diretas?

Dikutip dari Kaspersky, berjudul My email has been hacked! What should I do next?, e-mail bisa diretas. Tujuan peretas umumnya finansial. Misalnya, mengambil alih akun bank atau akun belanja online milik korban.

Kaspersky adalah perusahaan keamanan siber global. Penyedia perangkat lunak antivirus, keamanan internet, serta perlindungan lainnya untuk individu dan bisnis.

Kaspersky mengutip data dari The FBI’s Internet Crime Center, business e-mail compromise (BEC). Berdasar data tersebut, di Amerika Serikat (AS) peretasan e-mail pada 2021 menyebabkan kerugian finansial publik USD2,4 miliar. Itu naik dari USD1,8 miliar pada 2020. Dan, pada 2022 kerugian publik tetap tinggi.

Apa yang harus dilakukan jika e-mail Anda diretas?

Antara lain, jalankan program antivirus Anda. Seperti yang tercantum dalam panduan Federal Trade Commission (FTC) di AS tentang akun e-mail yang diretas. Tindakan pertama yang harus dilakukan jika akun Anda diretas adalah menjalankan pemindaian antivirus komprehensif.  

Lewati pengaturan ”pemindaian cepat” dan pilih pemindaian mendalam. Itu untuk mengidentifikasi dan menghilangkan semua bentuk malware dan aplikasi yang berpotensi tidak diinginkan (termasuk Trojan, spyware, dan keylogger pelacak penekanan tombol Anda, bahkan setelah peretasan teridentifikasi).

Peretas tidak menginginkan akses ke akun Anda untuk mengirim pesan memalukan kepada teman-teman Anda. Mereka mencari cara untuk menipu Anda atau melakukan penipuan kartu kredit. 

Misalnya, peretas menargetkan bisnis yang secara rutin mengirim dana melalui transfer kawat. Setelah akun e-mail diretas, mereka dapat mengirim transfer tidak sah mereka sendiri. Mereka mencuri uang dari situ.

Peretasan e-mail di AS, motifnya cuma mencuri uang. Tidak ada lain. Disebut Kaspersky, bukan untuk kirim pesan memalukan. Buat apa peretas repot-repot nyolong akun kalau tujuannya untuk selain uang?

Di Depok, pengakuan Kamila kepada polisi, dia tidak mengirim e-mail tersebut. Berarti, e-mail Kamila diretas. Namun, alasan teror disebar masuk logika. Pelaku ingin perhatian. Dia kesal karena, katanyi, diperkosa dan sudah lapor sekolah dan polisi, tapi tidak ditanggapi. 

Perhatian yang paling kuat adalah teror bom menjelang Natal. Sensitif. Kamila menduga, polisi pasti bakal bereaksi. Ternyata benar. Tim jibom memeriksa sepuluh sekolah itu.

Kini tinggal polisi memeriksa kemungkinan peretasan serta kemungkinan laporan pemerkosaan yang terabaikan itu. Polisi harus terbuka mengusutnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: