Pelatih Valencia Femenino B dan Tiga Anaknya Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Indonesia
Pelatih Valencia Femenino B, Fernando Martin Carreras, dan Tiga Anaknya Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Indonesia--Yahoo Sports
HARIAN DISWAY - Dunia sepak bola kembali diselimuti kabar duka. Fernando Martin Carreras, pelatih tim Valencia CF Femenino B (tim wanita Valencia B), meninggal dunia bersama tiga anaknya dalam sebuah kecelakaan kapal tragis di perairan Indonesia.
Insiden nahas tersebut terjadi di dekat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, yang merupakan salah satu destinasi wisata populer di Indonesia.
Fernando Martin berusia 44 tahun. Tiga anaknya yang turut menjadi korban masing-masing berusia 12, 10, dan 9 tahun.
Dalam insiden tersebut, istri Fernando Martin dan anak bungsunya yang berusia tujuh tahun berhasil selamat, meski sempat terjebak di dalam kapal sebelum dievakuasi.
BACA JUGA:Real Madrid Pastikan Pulangkan Nico Paz Akhir Musim Ini
BACA JUGA:Xabi Alonso Targetkan Tiga Pemain untuk Proyek Real Madrid: Ada Konate dan Wirtz!

Postingan resmi X Valencia CF yang mengabarkan berita duka Fernando Martin dan keluarga.--Tangkapan Layar X Valencia CF
Kabar duka ini diumumkan secara resmi oleh pihak klub Valencia CF melalui unggahan di media sosial X pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Dalam pernyataannya, klub menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga, kerabat, serta seluruh kolega Fernando di lingkungan Valencia CF dan akademi klub.
“Di saat yang sangat sulit ini, klub ingin menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya serta dukungan penuh kepada keluarga, sahabat, dan rekan-rekan Fernando Martín,” tulis pihak klub Valencia CF dalam pernyataan resminya.
Menurut beberapa laporan, kecelakaan terjadi ketika sebuah kapal wisata yang membawa 11 orang tenggelam pada malam hari, Jumat, 26 Desember 2025.
BACA JUGA:Marcus Rashford Ingin Bertahan di Barcelona, Bukan Hanya Demi Kontrak
BACA JUGA:Andreas Christsensen Cedera, Barcelona Tidak Mau Buru-Buru Belanja
Penumpang kapal terdiri dari satu keluarga berjumlah enam orang, empat awak kapal, serta seorang pemandu lokal. Insiden tersebut diduga dipicu oleh kondisi cuaca buruk, dengan gelombang laut dilaporkan mencapai hampir tiga meter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber