Kriminalitas 2025 di Pelabuhan Tanjung Perak Turun 13 Persen, Pengungkapan Perkara Meningkat
Polres Pelabuhan Tanjung Perak mencatat penurunan signifikan angka kriminalitas sepanjang 2025 disertai peningkatan pengungkapan perkara dan penanganan kasus narkotika.-Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak-
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak merilis Analisis dan Evaluasi (Anev) kriminalitas akhir tahun 2025 dengan capaian positif berupa penurunan angka kejahatan serta peningkatan kinerja pengungkapan perkara, Surabaya, Senin, 29 Desember 2025.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat menjelaskan, berdasarkan data DORS Satreskrim, total kejahatan atau crime total sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 1.731 kasus. Angka tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1.990 kasus, atau turun sebanyak 259 perkara setara 13 persen.
Di sisi lain, capaian crime clearance justru menunjukkan peningkatan. Sepanjang 2025, Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil menyelesaikan 1.664 perkara, meningkat 147 kasus dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 1.517 perkara. Persentase penyelesaian perkara naik sekitar 10 persen, sementara tunggakan perkara berhasil ditekan drastis dari 473 kasus pada 2024 menjadi hanya 67 kasus di tahun 2025 atau turun hingga 86 persen.
Wahyu Hidayat menyebut, hasil evaluasi juga menunjukkan tren penurunan pada sejumlah jenis kejahatan konvensional. Kasus pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, perjudian, hingga tindak pidana perlindungan anak secara umum berada dalam tren menurun sepanjang 2025.
BACA JUGA:Polres Pelabuhan Tanjung Perak Sterilisasi Gereja Jelang Natal 2025 di Surabaya Utara
BACA JUGA:Pelindo Marine dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Resmikan IPAL untuk Jaga Kali Tebu
Namun demikian, pencurian kendaraan bermotor masih menjadi perhatian meski jumlah kasusnya turun dari 123 perkara pada 2024 menjadi 107 perkara di tahun 2025. Meski begitu, tingkat pengungkapan kasus curanmor justru meningkat signifikan.
Sementara itu, kasus penipuan masih mendominasi jumlah laporan dengan total 289 kasus sepanjang 2025 dan seluruhnya berhasil diselesaikan. Untuk kejahatan terhadap nyawa, tercatat tiga kasus pembunuhan selama tahun 2025 dan seluruhnya berhasil diungkap oleh jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Dalam rilis akhir tahun tersebut, Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga memaparkan 22 kasus menonjol yang berhasil diungkap selama periode November hingga Desember 2025 dengan total 28 tersangka. Kasus-kasus tersebut meliputi pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, pencurian biasa, hingga pengeroyokan dan percobaan pencurian kendaraan bermotor.
Sepanjang tahun 2025, jumlah tersangka yang diamankan mencapai 462 orang, terdiri dari 452 laki-laki, empat perempuan, serta enam anak yang berhadapan dengan hukum. Data ini mencerminkan intensitas penanganan perkara pidana yang dilakukan secara konsisten oleh jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Polres Pelabuhan Tanjung Perak mencatat penurunan signifikan angka kriminalitas sepanjang 2025 disertai peningkatan pengungkapan perkara dan penanganan kasus narkotika.-Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak-
Selain kejahatan konvensional, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga mencatat kinerja signifikan. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 426 laporan polisi kasus narkotika dengan 356 tersangka. Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi sabu seberat 1.589,06 gram, ganja 648,52 gram, ekstasi sebanyak 112.273 butir, tembakau sintetis 40 butir ditambah 1,03 gram serbuk, serta narkotika jenis lain seberat 3,25 gram.
Dalam penanganan perkara narkoba tersebut, kepolisian melakukan penyidikan terhadap 178 kasus dan menerapkan restorative justice pada 275 kasus, jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Anev kriminalitas tahun 2025 ini menegaskan komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam menekan angka kejahatan sekaligus meningkatkan kualitas penegakan hukum. Penurunan crime total yang diikuti peningkatan crime clearance menjadi indikator efektivitas strategi kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Pelabuhan Tanjung Perak. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: