Puncak IWD Surabaya 2026, Long March Awali Mimbar Bebas di Grahadi

Puncak IWD Surabaya 2026, Long March Awali Mimbar Bebas di Grahadi

Massa aksi longmarch mulai dari Jalan Basuki Rahmat hingga ke Jalan Gubernur Suryo, Senin, 9 Maret 2026.-Calista Salsabila-Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAYMimbar bebas dan pembacaan tuntutan di Gedung Negara Grahadi menjadi puncak peringatan International Women’s Day (IWD) 2026 di SURABAYA pada Senin, 9 Maret 2026.

Sebelumnya, massa aksi melakukan long march dari Jalan Basuki Rahmat. Sambil membawa poster tuntutan dan harapan perempuan Indonesia demi kehidupan yang lebih baik, mereka berjalan kaki menuju titik aksi.

"Kami bersyukur peringatan IWD disambut meriah oleh banyak organisasi, komunitas, dan individu," terang Puji Rahayu, koordinator divisi acara, kepada Harian Disway.

Dia mengaku menerima bantuan dari berbagai organisasi dan kelompok dalam rangkaian peringatan IWD Surabaya 2026 kali ini. "Ada begitu banyak organisasi dan individu yang membantu kami sepanjang acara ini," paparnya. 

BACA JUGA:Peringati IWD 2026, Aliansi Komunitas dan Organisasi se-Surabaya Dorong Kesadaran Kolektif Gender

BACA JUGA:IWD Surabaya 2026: Savy Amira dan KGSK Ubaya Bahas Realita Gender bersama Saskia E. Wieringa


MASSA AKSI terus bergerak ke Grahadi pada Senin sore, 9 Maret 2026, meskipun Surabaya diguyur hujan.-Calista Salsabila-Harian Disway

Puji berharap, aksi bertema Ayo Rek! Saling Njogo, Saling Nguatno itu bisa menjadi penegas serangkaian acara yang sudah digelar lebih dulu sejak 3 Maret 2026. Termasuk di antaranya adalah pemutaran film, pergelaran seni budaya, dan forum diskusi. 

IWD Surabaya 2026 menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa perubahan yang lebih adil hanya dapat diwujudkan apabila dilakukan secara bersama-sama. 

Ruang-ruang diskusi itu menjadi perwujudan ruang aman bagi perempuan. Di sana, semua punya hak yang sama untuk bersuara, berefleksi, dan membagikan pengalaman hidupnya.

Hasil diskusi dari berbagai forum itulah yang kemudian dihimpun dan dirumuskan sebagai tuntutan. Senin sore, sebanyak 23 tuntutan dibacakan.

BACA JUGA:IWD Surabaya Ungkap Kekerasan Seksual pada Kelompok Rentan, Perempuan Sering Jadi Korbannya

BACA JUGA:Aksi Kamisan Surabaya 900: Nyali dan Konsistensi dalam Kasih Sayang Ibu

"Tuntutan ini bukan hasil debat kusir semata. Harapan kami, tuntutan ini bisa menjadi acuan kegiatan yang berkelanjutan,” ujar Syska La Veggie yang membacakan 23 tuntutan IWD sore itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: