Tradisi Kartu Tahun Baru Nengajo di Jepang Terancam Punah
Tradisi nengajo dapat ditelusuri kembali pada periode Heian di Jepang (794-1192) ketika kelas bangsawan saling mengirim salam untuk menandai tahun baru Imlek.-picture alliance-ASSOCIATED PRESS
HARIAN DISWAY - Tradisi mengirim kartu Tahun Baru atau nengajo telah mengakar lebih dari 1.000 tahun dalam budaya Jepang.
Kini, budaya itu semakin kehilangan pesonanya. Kesibukan masyarakat modern, perubahan relasi sosial, serta dominasi media digital. Ritual tahunan itu pun terus mengalami penurunan drastis.
Nengajo merupakan kartu ucapan yang dikirim menjelang pergantian tahun. Dan secara serentak diterima pada 1 Januari.
Namun, kebiasaan yang dahulu menjadi simbol kesopanan dan penghormatan itu kini perlahan memudar. Data terbaru menunjukkan jumlah kartu nengajo yang beredar turun tajam dari puncaknya.
BACA JUGA:5 Kiat Menghindari Stres Usai Liburan Tahun Baru
BACA JUGA:Merajut Kebersamaan Sambut Tahun Baru di Kebun Durian Pak Tirto
Dari hampir 4,5 miliar kartu pada 2004 menjadi hanya sekitar 1,07 miliar kartu pada 2025. Angka tersebut diperkirakan kembali menurun ketika data 2026 dirilis.
“Ini adalah tahun pertama saya sama sekali tidak mengirim nengajo,” ujar Sumie Kawakami, seorang akademisi yang tinggal di Prefektur Yamanashi, Jepang bagian tengah.
Kawakami menyebut bahwa dirinya secara bertahap mengurangi jumlah kartu yang dikirim setiap tahun. Hingga akhirnya berhenti total.
“Dulu saya dengan tekun menulis dan mengirim sekitar 200 kartu setiap tahun kepada kolega, teman, dan keluarga. Namun, zaman sudah berubah,” katanya, dilansir DW.
BACA JUGA:Khofifah Larang Seluruh Daerah di Jatim Adakan Pesta Kembang Api di Malam Tahun Baru
BACA JUGA:5 Game yang Cocok Dimainkan Saat Natal dan Tahun Baru

Pengiriman nengajo telah mengalami penurunan yang stabil selama beberapa dekade terakhir. -picture alliance-ASSOCIATED PRESS
Menurut Kawakami, kewajiban mengirim kartu kepada begitu banyak orang, bahkan yang hubungannya sudah sangat jauh, menjadi tekanan tersendiri setiap awal Desember.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: dw.com