Pemkot Surabaya Klaim Berhasil Turunkan 18 Titik Genangan di Kota
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Saat Mengecek Pembangunan Saluran Box Culvert di Surabaya -Pemkot Surabaya-
SURABAYA, HARIAN DISWAY – Pemkot Surabaya telah membangun 56,36 kilometer saluran drainase sepanjang tahun 2025. Saluran baru puluhan kilometer itu diklaim telah mampu menangkal banjir di Kota Pahlawan.
Data per 31 Desember menjelaskan, puluhan kilometer saluran itu telah dibangun di 233 titik.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, proyek saluran tersebut telah diperkuat dengan beroperasinya lima rumah pompa baru yang dibangun dan tuntas di 2025.
Kekuatan baru di sektor rumah pompa ini, menjadi salah satu kunci percepatan surutnya air kala hujan deras.
BACA JUGA:Cegah Banjir! DSDABM Surabaya Siagakan Petugas 24 Jam Bersihkan Sampah di Rumah Pompa
BACA JUGA:Pemkot Surabaya Tertibkan Parkir Liar, PKL, dan Saluran Air dengan Humanis
Dengan tambahan ini, total Surabaya kini memiliki 81 rumah pompa. "Kalau pakai gravitasi itu lama. Dengan pompa, aliran air dari daratan langsung kita dorong ke laut," jelas Eri menjelaskan vitalnya pembangunan rumah pompa dalam mempercepat surutnya genangan di Kota Pahlawan.
Eri menegaskan, bahwa pembangunan ini bukan sekadar mengejar target fisik. Melainkan implementasi dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026."Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran pemerintah melalui berkurangnya titik banjir,” kata politisi PDI Perjuangan itu.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi, menambahkan bahwa proyek tahun 2025 didominasi oleh pelebaran saluran lama. Material batu kali kini digantikan dengan box culvert ukuran jumbo untuk meningkatkan kapasitas tampung.
Adapun beberapa ruas vital yang telah tuntas dikerjakan di antaranya, kawasan Karah sisi barat sepanjang 1.096 meter. Disusul Gayungsari Barat X sepanjang 1.102 meter, dan Tambak Wedi Jaya III sepanjang 940 meter.
Syamsul menambahkan, dengan penambahan saluran dan rumah pompa ini, tercatat titik genangan di Surabaya telah berkurang. ”Ada penurunan jumlah genangan di 38 lokasi di Surabaya,” katanya.
Meski telah mampu menurunkan jumlah genangan, Syamsul meminta warga Surabaya untuk tetap tertib menjaga lingkungan. Sebab, selama ini, masih ada sejumlah masalah klasik yang membuat sistem drainase di Surabaya tak bekerja maksimal kala hujan: saluran tersumbat sampah rumah tangga. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: pembangunan saluran drainase surabaya 2025