IWD Surabaya 2026 Tuntut Perwujudan Ruang Aman di Ranah Digital dan Institusi Pendidikan
Teatrikal pembungkaman menjadi kritikan di moment IWD Surabaya. Reflesikan pembungkaman di ruang digital, Senin, 9 Maret 2026.-Calista Salsabila-Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Puncak peringatan International Women’s Day (IWD) menghasilkan 23 tuntutan dalam berbagai bidang kehidupan. Pembacaan tuntutan disaksikan sekitar 200 massa aksi di depan Grahadi pada Senin sore, 9 Maret 2026.
Massa aksi berjalan menyusuri Jalan Basuki Rahmat, menuju Jalan Gubernur Suryo, dan berhenti di Grahadi. Hujan deras tidak menyurutkan semangat mereka. Semakin mendekati finis, jumlah peserta aksi bertambah.
Perempuan dan kelompok rentan lainnya menagih janji pemerintah untuk menghadirkan ruang aman. Sampai saat ini, ruang aman yang dijanjikan masih belum terwujud.
Sebaliknya, perkembangan teknologi dan lajunya perubahan zaman, justru menjadi ancaman baru. Represi melalui ruang digital semakin sering ditemukan. Itu pula yang dialami Lavenia Mareta.
BACA JUGA:Peringati IWD 2026, Aliansi Komunitas dan Organisasi se-Surabaya Dorong Kesadaran Kolektif Gender
BACA JUGA:IWD Surabaya 2026: Savy Amira dan KGSK Ubaya Bahas Realita Gender bersama Saskia E. Wieringa

ANAK MUDA mendominasi massa aksi dalam perayaan puncak IWD Surabaya 2026 di depan Geduung Grahadi pada Senin, 9 Maret 2026.-Calista Salsabila-Harian Disway
"Tadi siang cuma bisa istighfar pas baca berita mengenai pemerintah. Karena sekarang sudah buka puasa, jadi udah boleh marah-marah kan?" cuitnya di media sosial.
Kalimat biasa yang menggambarkan kekesalan itu tidak mengandung bahaya. Namun, begitu tulisan itu diunggah, Laven diserang doxxer. Mereka mendoxing data pribadi Laven.
Tidak hanya itu, dia juga sampai ditelepon nomor asing yang memintanya menghapus cuitan di platform X (dulu Twitter, Red) tersebut.
“Saya menulis tweet itu setelah membaca berita nasional dan internasional, terus saya jengkel. Tapi, saya tidak menghina siapa saja sama sekali,” katanya saat dihubungi Harian Disway pada Selasa, 10 Maret 2026.
BACA JUGA:Puncak IWD Surabaya 2026, Long March Awali Mimbar Bebas di Grahadi
BACA JUGA:IWD Surabaya Ungkap Kekerasan Seksual pada Kelompok Rentan, Perempuan Sering Jadi Korbannya
Mewakili Kirana dan korban doxxing yang lain, dalam tuntutan IWD Surabaya 2026 dicantumkan desakan untuk menghentikan segala bentuk diskriminasi, kekerasan, represivitas dan intimidasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: