Flu Varian Subclade K Merebak di Amerika Serikat, Kasus Melonjak Tajam saat Musim Dingin

Flu Varian Subclade K Merebak di Amerika Serikat, Kasus Melonjak Tajam saat Musim Dingin

Mutasi flu baru varian K dari H3N2 atau influenza memiliki kemampuan penularan dan kekutan bertahan yang lebih besar terhadap vaksin.-dok disway-

HARIAN DISWAY - Kasus flu di Amerika Serikat meningkat tajam seiring merebaknya varian baru virus influenza subclade K. 

Virus tersebut mulai mendominasi musim dingin tahun ini dan diperkirakan terus bertambah akibat mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun 2025.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC melaporkan tingkat penyakit akibat flu berada pada level tinggi hingga sangat tinggi.

Itu ditemukan di lebih dari separuh negara bagian. Pola tersebut muncul lebih awal dari biasanya, meski flu umumnya mulai meningkat pada Desember setiap tahun.

BACA JUGA:Anak Sedang Flu? Ini Cara Merawatnya dengan Tepat

BACA JUGA:Waspada Influenza Tipe A, Kenali Gejala Dan Cara Pencegahannya

Varian subclade K sebelumnya telah memicu lonjakan kasus lebih dulu di Inggris, Jepang, dan Kanada. Di Amerika Serikat, dampaknya mulai terlihat signifikan.


Varian baru virus influenza A(H3N2) subclade K merebak di Amerika Serikat.-ist-

Berdasarkan estimasi CDC hingga 20 Desember, terdapat sedikitnya 7,5 juta kasus flu, 81 ribu pasien dirawat di rumah sakit, serta sekitar 3.100 kematian akibat influenza.

Dari jumlah tersebut, sedikitnya delapan kematian tercatat terjadi pada anak-anak. Angka itu disusun sebelum terjadinya pertemuan besar selama libur Natal dan Tahun Baru. Sehingga jumlah kasus diperkirakan masih akan bertambah dalam beberapa pekan ke depan.

Beberapa wilayah mencatat lonjakan kasus yang sangat tajam. Departemen Kesehatan New York menyebut pekan yang berakhir pada 20 Desember sebagai periode dengan jumlah kasus flu tertinggi sejak 2004. Yakni mencapai 71 ribu kasus hanya dalam satu minggu.

BACA JUGA:Perbedaan Flu dan Alergi serta Cara Menanganinya

BACA JUGA:Barbie Hsu Meninggal Karena Pneumonia Akibat Influenza, Pakar Sebut Ada Kejanggalan

Meski demikian, otoritas kesehatan menyatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah musim flu kali ini akan separah musim dingin tahun lalu. CDC masih memantau perkembangan keparahan penyakit. Berikut tingkat penyebarannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: apnews.com