Rusia dan Meksiko Kecam Serangan AS ke Venezuela, Wapres Venezuela Tuntut 'Bukti Kehidupan' Maduro
Petugas pemadam kebakaran melintas di dekat kendaraan lapis baja yang hangus di Lanud La Carlota di Caracas pada Sabtu pagi, 3 Januari 2026 setelah malam sebelumnya dibom oleh Amerika Serikat -Frederico Parra/AFP-
HARIAN DISWAY – Situasi di Venezuela memanas setelah klaim Presiden Donald Trump mengenai penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mendesak Amerika Serikat untuk segera mengeluarkan "bukti kehidupan" (proof of life) terkait keberadaan pemimpin negara tersebut.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengklaim pasukannya telah berhasil menangkap Maduro dan istrinya dan membawa mereka keluar dari negara amerika latin tersebut. Menurut sejumlah laporan, pasukan khusus Delta AS melakukan operasi tersebut setelah sebelumnya didahului dengan serangan udara bertubi-tubi ke Kota Caracas pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2025.
Serangan tersebut berupa rudal dan bom yang diluncurkan dari helikopter tempur. Pasukan darat lantas diangkut dengan helikopter Chinook masuk ke Kota Caracas dan mengincar Maduro.
BACA JUGA:Caracas Diguncang Bom! Amerika Serikat Lancarkan Serangan ke Venezuela, Presiden Maduro Ditangkap!
Dalam sambungan telepon melalui televisi nasional Venezuela, Rodriguez menyatakan bahwa hingga saat ini ia tidak mengetahui keberadaan Maduro maupun istrinya, Cilia Flores, pasca-serangkaian serangan udara AS yang mengguncang Caracas dan sejumlah kota lainnya. Ia menegaskan perlunya kepastian nasib Maduro setelah Trump mengklaim sang presiden telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela.
Reaksi keras juga datang dari komunitas internasional. Rusia menuntut klarifikasi segera terkait laporan penculikan Maduro oleh pasukan Amerika Serikat. Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan kekhawatiran mendalam atas tindakan agresif AS yang secara paksa membawa pemimpin negara berdaulat tersebut.

Suasana Kota Caracas, Venezuela di Sabtu dini hari dibombardir oleh militer Amerika Serikat, Trump klaim Presiden Nicolas Maduro ditangkap -X (twitter) @isaacrrr7, @olilondontv-
BACA JUGA:AS Umumkan Peluncuran Operasi Southern Spear di Karibia, Ketegangan dengan Venezuela Meningkat
"Kami sangat waspada terhadap laporan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya dipindahkan secara paksa dari negara tersebut akibat agresi AS hari ini. Kami menuntut klarifikasi segera atas situasi ini," bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia, Sabtu.
Senada dengan Rusia, pemerintah Meksiko melalui kementerian luar negerinya secara tegas mengutuk dan menolak aksi militer sepihak yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Amerika Serikat. Pemerintah Meksiko menilai tindakan militer tersebut sebagai ancaman serius bagi stabilitas di kawasan Amerika Latin.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: