CN-235, Pesawat Indonesia yang Ikut Menangkap Nicolas Maduro

CN-235, Pesawat Indonesia yang Ikut Menangkap Nicolas Maduro

Pesawat Militer CN-235-Bob Archer-Key Aero

HARIAN DISWAY-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sukses menangkap Presiden Venezuela Nicholas Maduro pada Sabtu, 3 Januari di Karakas. Penangkapan tersebut merupakan hasil rencana intervensi militer AS kali pertama di Amerika Latin sejak era Perang Dingin.

Operasi bernama Absolute Resolve tersebut merupakan tindak lanjut AS yang menuduh Maduro terlibat dalam perdagangan narkoba di dalam wilayah AS.

Menurut laporan The New York Times, operasi penangkapan itu setidaknya melibatkan 150 pesawat militer. Salah satunya adalah pesawat “buatan Indonesia” yang bekerjasama dengan Spanyol, yakni CN-235.


Pesawat CN-235--PT Dirgantara Indonesia

1. CN-235, Pesawat Buatan Kolaborasi Indonesia-Spanyol

Pada 1979, Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) bekerja sama dengan Construcciones Aeronauticas SA (CASA) melalui Program CN-235 dalam sebuah perusahaan kolaborasi bernama AIRTECH.

Perusahaan tersebut dibentuk pada 17 Oktober 1979. Pimpinannya adalah Presiden dan Chief Executive PT IPTN, B. J. Habibie. Wakilnya adalah Presiden dan Chief Executive CASA Enrique de Guzman Ozamiz.

Melalui Konferensi International Council of the Aeronautical Sciences (ICAS) pada 1992, Habibie dan Guzman dengan bangga memperkenalkan pesawat buatan kolaborasi Indonesia dengan Spanyol, yakni CN-235.

Berdasarkan dokumen rilis kongres tersebut, Habibie dan Guzman juga berbagi pengetahuan dan menawarkan produk pesawat dengan teknologi canggih kepada para peserta konferensi.

Keduanya juga menjelaskan motivasi dan dorongan latar belakang budaya dan perekonomian kedua negara yang bertolak belakang. CN-235 adalah instrumen permohonan Spanyol untuk memasuki pasar internasional. Sementara bagi Indonesia, CN-235 digunakan sebagai permohonan untuk transformasi industri.

Kerja sama itu jelas menguntungkan perkembangan teknologi Indonesia dan kepentingan ekonomi Spanyol.

Pesawat CN-235 telah berkembang menjadi beberapa varian, seperti CN-235-10, CN-235-100, CN-235-110, dan CN-235-200. Produksi pesawat yang kali pertama lepas landas pada 1983 tersebut juga dilakukan di kedua negara, Indonesia dan Spanyol.


Pembagian Kerja Manufaktur Komponen Struktural CN-235--Dokumen Rilis Konferensi ICAS 1992

2. Spesifikasi CN-235

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: diolah dari berbagai sumber