Nicolas Maduro Bantah Dakwaan Perdagangan Narkoba di Pengadilan Amerika Serikat: Saya Diculik!

Nicolas Maduro Bantah Dakwaan Perdagangan Narkoba di Pengadilan Amerika Serikat: Saya Diculik!

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro digiring menuju Pengadilan Tinggi New York, Amerika Serikat pada Senin, 5 Januari 2026-Eduardo Munoz-Reuters

HARIAN DISWAY - Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk pertama kalinya hadir di pengadilan tinggi federal Amerika Serikat di New York pada Senin, 5 Januari 2026. Maduro hadir di persidangan setelah dijemput paksa dari kediamannya di Kota Caracas, Venezuela dengan operasi militer Amerika Serikat Sabtu, 3 Januari 2025 lalu. 

Amerika Serikat (AS) menuduh Maduro sebagai dalang dari jaringan narkoba yang memasok barang haram tersebut ke negeri Paman Sam. Departemen Keadilan AS mendakwakan Maduro dengan tuduhan narco-terrorism sejak Maret 2020.  

Dalam persidangan pertama di New York, Nicolas Maduro didakwa atas empat tuduhan, yakni "narkoterorisme", konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan alat peledak.  

Dakwaan pertama selaras dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahwa Maduro merupakan bagian dari Tren de Aragua yang telah dilarang oleh Washington sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO). 

BACA JUGA:Maduro Ditangkap, Mahkamah Agung Venezuela Tunjuk Wapres Delcy Jadi Presiden Interim

BACA JUGA:Delcy Rodriguez Ajak AS Kerjasama Daripada Ambil Alih Venezuela


Presiden Venezuela, Nicolas Maduro digiring menuju Pengadilan Tinggi New York, Amerika Serikat pada Senin, 5 Januari 2026--Getty Image

Dalam persidangan yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut, Nicolas Maduro menyatakan dirinya dan keluarganya tidak bersalah atas tuduhan atau dakwaan yang dikenai oleh Amerika Serikat. 

"Saya diculik. Saya adalah pria yang baik, dan saya adalah presiden negara saya," ujar presiden Venezuela tersebut dalam persidangan.

Pada suatu momen dalam persidangan, hakim pengadilan sempat memotong ucapan Maduro yang melampaui dan meyimpang dari konfirmasi identitas di hadapan pengadilan. 

"Akan ada waktu dan tempatnya untuk membahas itu," potong Alvin K. Hellerstein, seorang hakim di pengadilan tinggi New York, Amerika Serikat. 

BACA JUGA:10 Fakta Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang Ditangkap Trump

BACA JUGA:8 Fakta Tentang Venezuela setelah Nicolas Maduro Ditangkap


Sketsa ruang persidangan Nicolas Maduro (dua dari kiri) bersama pengacaranya, Barry Pollack (kiri) di Persidangan Tinggi New York, Amerika Serikat pada Senin, 5 Januari 2026-Jane Rosenberg-AFP

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber