Venezuela Tuduh AS Bombardir Pemukiman Warga Sipil Dalam Serangan Sabtu Dini Hari

Venezuela Tuduh AS Bombardir Pemukiman Warga Sipil Dalam Serangan Sabtu Dini Hari

WNI di Venezuela diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan terus menjalin komunikasi dengan KBRI.-X/@mhdksafa-

HARIAN DISWAY - Pemerintah Venezuela menuduh Amerika Serikat (AS) telah menyerang kawasan pemukiman warga dalam gelombang serangan pada Sabtu dini, 3 Januari 2025 pukul 2 pagi.

Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, menyatakan dalam sebuah video di media sosial bahwa pasukan "penjajah" AS telah menodai tanah mereka dengan menembakkan rudal dan roket dari helikopter tempur ke area penduduk sipil.

Lopez menyebut serangan AS tersebut "keji dan pengecut". 

Menurut keterangan Lopez, kawasan pemukiman yang terkena serangan berada di area Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar di Venezuela yang terletak di selatan Caracas, serta di negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira di sekitar ibu kota.

BACA JUGA:Rusia dan Meksiko Kecam Serangan AS ke Venezuela, Wapres Venezuela Tuntut 'Bukti Kehidupan' Maduro

Wartawan AFP melaporkan ledakan bergemuruh di seluruh Caracas sekitar pukul 02.00 pagi (13.000 WIB) yang menggetarkan jendela-jendela di banyak lingkungan, disusul ledakan lainnya di berbagai kota di seluruh negeri.

Dentuman di ibu kota berlanjut selama hampir satu jam sementara suara yang terdengar seperti pesawat melintas di atas kepala. Akibat serangan ini, beberapa wilayah di ibu kota mengalami pemutusan aliran listrik.


Sabtu 3 Januari dini hari, Amerika mulai serang Caracar, di mana ibu kota Venezuela dan 3 wilayah lain jadi target pertama.-dok disway-

Pihak berwenang saat ini sedang mengumpulkan informasi mengenai korban luka dan tewas.  

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello menyatakan pada hari Sabtu bahwa negaranya "akan menang" menghadapi gelombang serangan militer AS, yang menurut klaim Washington juga mencakup penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

BACA JUGA:Caracas Diguncang Bom! Amerika Serikat Lancarkan Serangan ke Venezuela, Presiden Maduro Ditangkap!

Cabello, yang dianggap sebagai salah satu orang paling berpengaruh di Caracas, mengatakan dalam siaran televisi lokal bahwa "pada akhir serangan ini, kita akan menang," seraya menambahkan bahwa "ini bukan pertempuran pertama melawan rakyat kami... kami telah berhasil bertahan dalam segala keadaan," katanya optimis.

Pemerintah Venezuela langsung mengumumkan pengerahan sumber daya militer secara besar-besaran. 

Lopez menambahkan bahwa negara di Amerika Selatan tersebut akan meluncurkan "pengerahan masif seluruh kemampuan darat, udara, laut, sungai, dan rudal untuk pertahanan komprehensif."(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: