AS Cabut Pembatasan Ruang Udara Karibia Pasca Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Warga mengantri BBM di Kota Caracas, 3 Januari 2026 pasca serangan AS-Jacinto Oliveros/AFP-
HARIAN DISWAY – Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi mencabut pembatasan ruang udara di wilayah Karibia pada Sabtu malam, setelah sebelumnya melarang penerbangan komersial selama operasi militer yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, melalui unggahannya di platform X menyatakan bahwa pembatasan tersebut berakhir pada pukul 12.00 malam (05.00 GMT). "Maskapai penerbangan telah diinformasikan dan akan segera memperbarui jadwal mereka," ujar Duffy.
Sebelumnya, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) AS telah menginstruksikan maskapai komersial untuk menghindari ruang udara tersebut karena adanya risiko keselamatan penerbangan yang terkait dengan aktivitas militer yang sedang berlangsung.
BACA JUGA:Detail Penangkapan Nicolas Maduro, Pelajari Hewan Peliharaan sampai Buat Duplikat Rumah
Operasi militer yang dilakukan oleh pasukan khusus AS ini melibatkan serangan udara yang menghantam berbagai lokasi di dalam dan sekitar ibu kota Venezuela, Caracas. Pasca serangan tersebut, Nicolas Maduro beserta istrinya ditangkap dan diterbangkan menggunakan helikopter menuju New York City.

Serang Caracas, Donald Trump tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto: efek serangan AS ke Caracas, 3 Januari 2025.-NPR-
Di sana, keduanya menghadapi sejumlah dakwaan berat terkait perdagangan narkoba dan kepemilikan senjata.
Sementara itu, kondisi di Caracas pada hari Sabtu diselimuti ketegangan dan bau menyengat sisa ledakan. Warga kota berpenduduk enam juta jiwa tersebut tampak terkejut saat mencoba menilai situasi setelah serangan dini hari yang menggulingkan penguasa kuat tersebut.
BACA JUGA:10 Fakta Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang Ditangkap Trump
BACA JUGA:Warga Diaspora Venezuela Rayakan Penangkapan Maduro, Thank You Trump!
Saksi mata melaporkan adanya pengeboman di beberapa titik strategis, termasuk bandara dan pelabuhan La Guaira di Caracas, wilayah Maracay di sebelah barat, serta Higuerote di sebelah timur.
Serangan yang dimulai sekitar pukul 02.00 pagi waktu setempat tersebut sempat dikira kembang api oleh warga sebelum akhirnya menyadari skala ledakan yang ada. Getaran dari gelombang kejut dilaporkan menggetarkan jendela-jendela rumah, memicu kepanikan warga yang kemudian berhamburan ke teras dan balkon saat pesawat militer melesat di atas pemukiman.
Meski beberapa ratus pendukung Maduro sempat berkumpul untuk menuntut kebebasannya, suasana jalanan di Caracas secara umum dilaporkan sunyi senyap dan tertutup kabut tebal akibat kolom asap yang membumbung dari berbagai bagian kota.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: