Rainbow Six Siege Diduga Kembali Diretas, Pemain Kena Ban 67 Hari Tanpa Alasan Jelas

Rainbow Six Siege Diduga Kembali Diretas, Pemain Kena Ban 67 Hari Tanpa Alasan Jelas

Tom Clancy's Rainbow Siege diretas, banyak pemain mengeluhkan ban massal selama 67 hari tanpa alasan yang jelas. --Gamerant

Pada kejadian tersebut, beberapa pemain tiba-tiba menerima kredit toko dalam jumlah besar dan mendapati item eksklusif pengembang muncul di server publik.

Meski sebagian pemain sempat memanfaatkan kredit tersebut, Ubisoft memilih menarik kembali seluruh transaksi tanpa menjatuhkan sanksi kepada akun yang terlibat.

Server kemudian dipulihkan pada 28 Desember, meski diikuti antrean login panjang dan waktu masuk yang lebih lama dari biasanya.

Dengan munculnya gelombang ban 67 hari ini, banyak pemain mempertanyakan apakah server benar-benar telah diamankan sepenuhnya usai insiden pertama.

Hingga kini, Ubisoft belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait ban massal tersebut maupun kepastian apakah akun terdampak akan dipulihkan sebelum masa ban berakhir.

BACA JUGA:Ubisoft Umumkan Update Besar Assassin's Creed Shadows dengan New Game Plus

BACA JUGA:Siege X, Transformasi Terbesar Rainbow Six Siege Dirilis Maret 2025 di Tengah Krisis Ubisoft

Situasi ini datang di momen yang kurang menguntungkan bagi Ubisoft. Rainbow Six Siege tengah menjalankan kolaborasi dengan Attack on Titan, yang memungkinkan pemain menggunakan kostum Mikasa Ackerman untuk operator Amaru.

Bersamaan dengan itu, Ubisoft juga meluncurkan Operation Tenfold Pursuit yang menawarkan berbagai hadiah bagi pemain yang aktif menyelesaikan tantangan harian.

Pemain yang terdampak ban berpotensi kehilangan kesempatan memperoleh hadiah event terbatas tersebut. Kondisi ini memberi tekanan tambahan bagi Ubisoft untuk segera menangani masalah keamanan server agar kepercayaan komunitas tetap terjaga.

Sebagai salah satu game multiplayer andalan Ubisoft dengan lebih dari 50 ribu pemain aktif harian di Steam meski telah berusia hampir satu dekade, stabilitas dan keamanan Rainbow Six Siege menjadi krusial.

Banyak pihak kini menanti langkah konkret Ubisoft untuk memastikan insiden serupa tidak kembali terulang. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: