Pelaku Pembunuhan Anak Politikus PKS di Cilegon Idap Kanker Stadium 3

Pelaku Pembunuhan Anak Politikus PKS di Cilegon Idap Kanker Stadium 3

Polisi menangkap HA, pelaku pembunuhan anak politisi PKS di Kota Cilegon, saat hendak mencuri di rumah mantan anggota DPRD Cilegon.-disway.id-

HARIAN DISWAY - Polda Banten mengungkap fakta baru terkait kasus pembunuhan anak politikus PKS Maman Suherman di Cilegon, yakni pelaku berinisial HA diketahui mengidap kanker nasofaring stadium 3 dan mengalami himpitan ekonomi berat, Senin, 5 Januari 2026.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Dian Setyawan menjelaskan, kondisi kesehatan pelaku terungkap berdasarkan rekam medis yang ditemukan penyidik dari telepon seluler milik HA. Rekam medis tersebut menunjukkan bahwa penyakit yang diderita pelaku telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.

“Si pelaku ini dari tahun 2020 yang bersangkutan menderita penyakit kanker nasofaring stadium 3. Ini dibuktikan dari bukti rekam medis dari handphone pelaku,” ujar Dian Setyawan dalam konferensi pers.

Ia menambahkan, HA secara rutin menjalani pengobatan dan kontrol medis. “Yang bersangkutan rutin tiap minggu melakukan pengobatan maupun kontrol dokter dengan pengobatan kemoterapi di RS S di daerah Semanggi,” sambungnya.

BACA JUGA:Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS Cilegon Ditangkap Saat Hendak Mencuri

BACA JUGA:Pembunuh Bocah 9 Tahun Anak Politisi PKS di Cilegon Ditangkap

Selain persoalan kesehatan, penyidik juga menemukan adanya tekanan ekonomi berat yang dialami pelaku. Dian menyebut, kondisi tersebut dipicu oleh kerugian besar akibat aktivitas perdagangan aset kripto yang dilakukan HA dalam beberapa tahun terakhir.

HA diketahui sempat bermain kripto dengan modal awal sebesar Rp400 juta yang berasal dari tabungan bersama istrinya. Pada awalnya, pelaku sempat meraup keuntungan hingga mencapai Rp4 miliar dari aktivitas tersebut.

Namun, pelaku merasa tidak puas dan kembali menginvestasikan seluruh keuntungan yang diperoleh. Alih-alih untung, HA justru mengalami kerugian besar hingga modal dan keuntungan sebelumnya habis.

Setelah mengalami kerugian tersebut, HA kemudian meminjam uang dari berbagai sumber. Ia meminjam dana dari bank sebesar Rp700 juta, dari koperasi tempatnya bekerja sebesar Rp70 juta, serta dari pinjaman online sebesar Rp50 juta.

BACA JUGA:Kapolda Jatim Tegaskan Tak Ada Toleransi Oknum Polri Terlibat Pembunuhan

BACA JUGA:Alibi Palsu Tersangka Pembunuhan Mahasiswi ULM: Video Call dan Medsos

“Tujuannya untuk main kripto lagi, tapi hasilnya yang bersangkutan kalah lagi. Karena himpitan ekonomi inilah yang mendorong yang bersangkutan untuk melakukan tindak pidana ini,” kata Dian.

Penyidik juga mengungkap bahwa HA sempat mencurahkan isi hatinya kepada sang istri sebelum melakukan aksinya. Curhatan tersebut ditemukan dalam percakapan singkat di ponsel pelaku yang dikirim pada 16 Desember 2025 pagi, beberapa jam sebelum kejadian.

“Yang bersangkutan sempat curhat kepada istrinya. Dalam chat itu disebutkan apabila pelaku semakin amblas, bahasanya, maka yang bersangkutan akan melakukan tindak kriminal. Pesan itu dijawab oleh istrinya dengan kata ‘astagfirullah’,” tutur Dian.

Seperti diketahui, anak politikus PKS Cilegon Maman Suherman ditemukan tewas dibunuh di rumah mewahnya di Perumahan BBS 3, Cilegon, pada 16 Desember 2025. Bocah berusia 9 tahun itu ditemukan bersimbah darah di lantai satu rumah.

Korban mengalami 19 luka di tubuhnya yang disebabkan oleh senjata tajam dan benda tumpul. Polisi sempat mengalami kesulitan dalam pengungkapan kasus karena minimnya petunjuk, di antaranya CCTV yang tidak berfungsi sejak 2023 dan tidak adanya petugas keamanan di rumah tersebut.

Setelah melalui serangkaian penyelidikan dan penyidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap HA. Pelaku diamankan saat diduga melakukan aksi pencurian di rumah eks anggota DPRD Cilegon, Roisudin Sayuri, pada Jumat, 3 Januari 2026. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: