Trump dan Halaman Belakang AS
ILUSTRASI Trump dan Halaman Belakang AS.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
AS berargumen bahwa karena kejahatan tersebut berdampak pada warga negaranya, mereka memiliki yurisdiksi untuk menuntut, dengan mengesampingkan kekebalan jabatan yang biasanya melekat pada pemimpin negara.
Jurus terakhir, AS akan menggeser ratione personae ke ratione materiae. Jika ratione personae adalah imunitas yang melekat pada jabatan (presiden, menlu). Artinya, selama menjabat, mereka tidak bisa diadili oleh negara lain untuk perbuatan apa pun. Maka, ratione materiae adalah imunitas yang hanya melindungi tindakan resmi negara.
Jadi, dalam dakwaan terhadap Maduro, AS akan menggeser ratione personae dengan tidak mengakui legitimasinya (merujuk kepada legitimasi Guaido), sekaligus meruntuhkan ratione materiae dengan berargumen bahwa perdagangan narkoba bukanlah ”tindakan resmi negara”. Melainkan, tindakan kriminal pribadi yang tidak dilindungi imunitas.
”Kemenangan” AS sudah di depan mata. Karena itulah, Trump terus terang dalam konferensi pers terbaru (4 Januari 2026), ia akan mengerahkan perusahaan minyak terbesar Amerika Serikat, yakni Chevron dan ExxonMobil, masuk ke Venezuela.
Dalihnya, memperbaiki infrastruktur minyak Venezuela yang selama ini dianggap ”rusak parah” dan ”gagal total” di bawah manajemen Maduro.
Chevron dan ExxonMobil pun sudah mengeluarkan pernyataan resmi, yang intinya mereka ”siap berkerja secara konstruktif dengan pemerintah AS”.
Lalu, pertanyaanya, pelajaran apa yang bisa kita ambil? Yang paling sederhana: jangan terpecah belah. Sebab, dulu saat kita sekolah di SD, kita sering dengar kalimat: pecah belah dan jajahlah. (*)
*) S. Alamsyah adalah jurnalis, kandidat doktor hukum dan pembangunan, Universitas Airlangga, serta pendiri Pusat Studi Pembangunan Berbasis Pancasila.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: