Trump dan Halaman Belakang AS
ILUSTRASI Trump dan Halaman Belakang AS.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
BACA JUGA:Donald Trump Tetapkan Cabang Ikhwanul Muslimin sebagai Organisasi Teroris Asing
BACA JUGA:Xi Jinping Telepon Donald Trump Bahas Isu Taiwan
Fakta ketiga, emas dan uranium: Arco Minero del Orinoco adalah zona tambang emas dan uranium. Maduro memang menggunakan emas untuk bertahan hidup dari sanksi. Dan, hubungan dengan Iran terkait uranium selalu menjadi ”garis merah” bagi AS dan Israel.
Fakta berikutnya, BRICS. Itu sering dianggap sebagai ”dosa besar” seorang pemimpin di mata sistem keuangan global. Apalagi, Maduro sangat vokal ingin bergabung dengan BRICS dan menggunakan mata uang selain dolar AS (yuan/rubel) untuk transaksi minyak.
Jika berhasil (Venezuela menjual minyak tanpa dolar), hal itu pasti melemahkan posisi petrodolar. Sejarah mencatat pemimpin yang mencoba keluar dari sistem dolar (seperti Saddam Hussein dengan Euro atau Khadafi dengan dinar emas) berakhir dengan intervensi militer AS.
BACA JUGA:Delcy Rodriguez Ajak AS Kerjasama Daripada Ambil Alih Venezuela
BACA JUGA:Venezuela, ketika Hukum Tunduk pada Minyak
Itulah mengapa Doktrin Monroe –dalam istilah penulis– Neo Monroe bekerja. Neo, karena ini bukan lagi soal menutup pintu bagi kolonial Eropa masuk ke halaman belakang rumah AS. Tetapi, sudah lebih dari itu. Siapa pun.
Lantas, bagaimana dengan isu narkotika dan dakwaan narcoterorism? Ya, itu pintu masuk. Karena untuk menghadapi asas-asas dalam norma hukum internasional akan menjadi perdebatan. Apakah kejahatan luar biasa (narkotika dan terorisme) masih mempertimbangkan ratione personae (imunitas jabatan kepala negara dari negara lain)?
”Kemenangan” AS juga diperoleh dengan adanya konflik domestik di Venezuela antara Maduro versus Juan Guaido, tokoh kunci dalam krisis politik Venezuela yang menjadi ”alat” legalitas AS untuk mengesampingkan imunitas Maduro.
BACA JUGA:Leonardo DiCaprio Batal Terbang ke Palm Springs Gara-Gara Aksi Militer AS di Venezuela
BACA JUGA:Maduro Ditangkap, Mahkamah Agung Venezuela Tunjuk Wapres Delcy Jadi Presiden Interim
Sebagai informasi, Guaido adalah ketua Majelis Nasional (parlemen) Venezuela. Pada Januari 2019, ia mendeklarasikan diri sebagai presiden interim (sementara) Venezuela.
Dasar hukum yang ia gunakan adalah Pasal 233 Konstitusi Venezuela, yang menyatakan bahwa jika kursi kepresidenan ”kosong” (karena pemilu yang dianggap tidak sah), ketua majelis nasional harus mengambil alih kekuasaan sementara.
Lalu, terhadap asas aut dedere aut judicare (ekstradisi atau adili), yang mengharuskan negara untuk mengekstradisi pelaku kejahatan internasional atau mengadilinya di pengadilan sendiri, AS akan mendalilkan bahwa Maduro adalah pelaku kejahatan transnasional (narkotika).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: