6 Hal yang Tidak Disarankan untuk Ditanyakan kepada Chatbot AI seperti ChatGPT dan Gemini
Beragam chatbot AI populer. Ada beberapa pertanyaan yang tidak disarankan untuk ditanyakan pada platform-platform tersebut.-hapabapa-Istock
HARIAN DISWAY - Ada berbagai macam chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI). Seperti ChatGPT, Grok, dan Google Gemini.
Kehadiran platform-platform itu semakin mengubah cara orang bekerja, belajar, dan mencari informasi. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, teknologi itu kini digunakan secara luas.
Baik oleh pelajar, pekerja profesional, hingga pelaku usaha. AI dikenal dapat membantu penulisan, menjelaskan konsep rumit, dan memberikan jawaban cepat. Itu membuatnya terasa praktis dan efisien.
Namun, di balik kemudahan tersebut, para ahli mengingatkan bahwa tidak semua pertanyaan aman atau bijak untuk diajukan kepada chatbot AI.
BACA JUGA:SISI, Chatbot Mahasiswa Untag Surabaya yang Bantu Menjawab Pertanyaan Seputar Kampus
BACA JUGA:Eksekutif Microsoft: Chatbot AI Harus Belajar Mengatakan Tidak Tahu, Jangan Halu!
Penggunaan yang keliru justru berpotensi menimbulkan risiko. Mulai dari kesalahan pengambilan keputusan hingga ancaman terhadap privasi dan keamanan data.

Google akan rilis bertahap Gemini 3.0 upaya menahan serangan ChatGPT 5.1 dari OpenAI. --gettyimages
Setidaknya ada 6 jenis pertanyaan yang sebaiknya tidak pernah diajukan kepada chatbot AI, jika pengguna ingin tetap aman dan cerdas dalam memanfaatkan teknologi itu.
1. Meminta Diagnosis atau Pengobatan Medis
Salah satu kesalahan paling umum adalah meminta diagnosis penyakit atau saran pengobatan langsung kepada chatbot AI.
Meski AI mampu menjelaskan istilah medis atau memberikan gambaran umum tentang gejala tertentu, chatbot bukanlah dokter. Ia tidak memiliki kewenangan maupun kemampuan untuk mendiagnosis kondisi kesehatan seseorang.
BACA JUGA:Mengenal Macam-Macam AI, Tidak Cuma Gemini atau ChatGPT
BACA JUGA:OpenAI Bantah Tampilkan Iklan di ChatGPT
Keputusan medis membutuhkan pemeriksaan langsung, riwayat kesehatan pasien, serta penilaian profesional yang tidak bisa digantikan oleh algoritma.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: