Refleksi Awal Tahun Warnai Peluncuran Pojok Baca di PKBM Bina Abdi Wiyata
PKBM Bina Abdi Wiyata Launching Program Pojok Baca pada Kamis, 8 Januari 2026. Program ini disambut antusias oleh para siswa kejar paket -PKBM Bina Abdi Wiyata-
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Karena bukan lembaga pendidikan formal, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sering dipandang sebelah mata. Ada yang menganggapnya sekolah kelas dua atau sekadar tempat cari ijazah.
Pelabelan semacam itu tidak membuat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Abdi Wiyata kecil hati. Kendati faktanya institusi di Jalan Jolotundo itu adalah sekolah kejar paket, mereka tetap berusaha memberikan yang terbaik buat para peserta didiknya.
Salah satunya adalah dengan mewujudkan Pojok Baca pada Kamis, 8 Januari 2026. Itu menjadi cara mereka untuk menyambut tahun baru sekaligus meningkatkan minat baca.
"Saya juga prihatin mendengar laporan soal rendahnya tingkat literasi di Indonesia," kata Kepala Lembaga PKBM Bina Abdi Wiyata, Lukas Kambali, kepada Harian Disway. Karena itu, Pojok Baca menjadi ikhtiarnya untuk memperbaiki citra tersebut.
BACA JUGA:Hasil Evaluasi TKA Jatim 2025 Jadi Acuan Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan
BACA JUGA:Nilai Rata-rata Matematika Siswa di Jatim Jeblok, Ini Kata Dewan Pendidikan

LUKAS KAMBALI (tiga dari kanan) di tengah pengurus dan tutor PKBM Bina Abdi Wiyata. Mereka menunjukkan sebagian koleksi Pojok Baca. -Dokumentasi PKBM Bina Abdi Wiyata-
"Sebagai pendidik, tentunya kami tidak mau punya peserta didik yang tidak suka membaca," ungkap Lukas. Dengan hadirnya Pojok Baca, ia berharap para peserta didik tertarik untuk membaca.
Ia percaya, Pojok Baca akan menjadi magnet yang menarik para peserta didik lebih mengenal buku. Pihaknya menyediakan banyak buku dari beragam genre. Ia yakin, salah satunya akan bisa menarik peserta didik.
Hal yang sama disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum PKBM Bina Abdi Wiyata, Baihaqi Al Chasan. Ia mengatakan bahwa peningkatan minat baca harus dimulai dari pendekatan yang relevan dengan kebutuhan dan ketertarikan siswa.
"Kami menyediakan novel, buku-buku ilmu hukum, sejarah, hingga politik. Tujuannya adalah supaya siswa bisa memilih bacaan yang sesuai minat. Dengan demikian, membaca tidak lagi beban," urainya.
BACA JUGA:Revitalisasi 38 Sekolah Selesai, Khofifah Tekankan Mutu Pendidikan

PESERTA DIDIK memilih buku dari rak PojokBaca PKBM Bina Abdi Wiyata. -Dokumentasi PKBM Bina Abdi Wiyata-
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: