Hasil Evaluasi TKA Jatim 2025 Jadi Acuan Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan

Hasil Evaluasi TKA Jatim 2025 Jadi Acuan Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan

Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA 2025 menuai sorotan setelah nilai rerata siswa di sejumlah daerah dinilai masih rendah.--Kemendikdasmen

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadikan hasil evaluasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 sebagai arah perbaikan mutu pendidikan. Khususnya terkait tiga aspek utama, yaitu literasi, numerasi, dan penalaran.

Garis besar hasil evaluasi diumumkan oleh Kemendikdasmen pada pekan terakhir Desember 2025. Sedangkan, hasil tes secara keseluruhan disampaikan ke tiap instansi pendidikan pada 5 Januari 2026.

Kepala Dispendik Jatim Aries Agung Paewai merespons pengumuman evaluasi dengan baik. Ia bakal menindaklanjuti hasil tersebut dengan merumuskan langkah-langkah strategis.

"Sesuai dengan salah satu tujuan TKA itu sendiri adalah memberikan bahan acuan pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan khususnya di Jatim," ujar Aries pada Jumat, 2 Januari 2026.

BACA JUGA:Dispendik Jatim: 6.178 Sekolah Siap Ikuti Tes Kompetensi Akademik 2025

BACA JUGA:TKA SD Digelar April 2026, Mendikdasmen: Digeser karena Ramadhan

Langkah-langkah strategis sekaligus konkret yang Aries maksud mencakup intensifikasi soal latihan akademik serta analisis mendalam soal-soal kategori Higher Order Thinking Skills (HOTS) bagi siswa kelas akhir.

Dispendik Jatim juga telah menyiapkan program khusus bertajuk TKA Clinic bagi sekolah-sekolah yang memerlukan intervensi lebih lanjut.

Fokus peningkatan bukan hanya materi ujian, melainkan juga penguatan sumber daya manusia melalui peran guru. "Peranan guru dalam pembelajaran mendalam adalah sebagai aktivator, pembangun budaya, dan kolaborator," jelas Aries.

BACA JUGA:Tes Kemampuan Akademik (TKA): Langkah Progresif Menuju Pendidikan yang Inklusif dan Berkeadilan

BACA JUGA:Nilai Rata-rata Matematika Siswa di Jatim Jeblok, Ini Kata Dewan Pendidikan


ARIES AGUNG PAEWAI, kepala Dispendik Jatim, dalam sebuah acara bersama siswa. -Dokumentasi Harian Disway-

Selain materi ujian dan peran guru, menurut Aries, aspek digitalisasi juga penting. Kini, aspek digitalisasi adalah tulang punggung pendidikan di Jatim.

"Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sudah me-launching Jatim Learning Digital Vault. Yakni, platform pembelajaran digital berbasis video, soal, dan modul interaktif," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: