9 Januari, 38 Tahun Meninggalnya Gombloh dan Kisah yang Terus Hidup
Gombloh, musisi kenamaan tanah air berpulang pada 9 Januari 1988.-Memories of Gombloh-
Hingga kini, tiap 9 Januari, fans Gombloh yang tergabung dalam komunitas Memories of Gombloh (Mogers), selalu rutin berziarah ke makam mendiang.

Dari kiri: Ratih Sumarsono dan Soelih Estopangestie, dua vokalis Lemon Tree's anno '69 saat dalam acara bersama komunitas Mogers pada Februari 2020.-Memories of Gombloh-
Bagi Affandy Willy Yusuf, ketua Mogers Indonesia, sosok Gombloh adalah idola mereka. "Ia tampil sederhana. Lagu-lagunya merakyat. Berkisah tentang kemanusiaan, nasionalisme, lingkungan, termasuk sastra Jawa. Itu bisa dilihat dalam albumnya berjudul Sekar Mayang," ungkapnya.
"Kami selalu mengenangnya sebagai sosok yang visioner. Nasionalis. Peduli. Maka, tiap 9 Januari kami rutin berziarah. Tabur bunga. Sebagai ungkapan rasa cinta kami padanya," pungkasnya.
BACA JUGA:Monolog ”Panggil Aku Gombloh” oleh Wanggi Hoediyatno; Mewujudkan Asa Sang Legenda Surabaya
BACA JUGA:Dosen UPN, Masnuna, Curahkan Hati dan Pikiran untuk Abadikan Karya Gombloh
Soelih Estopangestie dan Ratih Sumarsono merupakan dua vokalis pendamping dalam Lemon Tree's anno '69. Mereka mengenang Gombloh sebagai seorang kakak. Sebagai pengayom.
"Almarhum Gombloh sangat peduli pada kami. Selalu bertanya tentang kabar. Sering juga mengajak makan bersama. Beliau sosok yang tidak silau dengan popularitas. Meski saat itu, albumnya Semakin Gila terjual ratusan ribu kopi," ujar Soelih.

Titi Qadarsih berdoa di pusara mendiang Gombloh, 8 Januari 1988.-Memories of Gombloh-
"Sebenarnya pada Desember 1987, Gombloh sempat menelepon kami. Memberi tahu bahwa Lemon Tree's anno '69 akan kembali masuk dapur rekaman. Tapi takdir berkata lain," kenang Ratih.
Pada 9 Januari 1988, iring-iringan masyarakat memadati pusat kota. Kerumunan semakin tampak mendekati kompleks Makam Tembok, Surabaya.
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Musisi-Pencipta Lagu Pardi Artin: Yun Xing Yu Qia
Pelantun Kebyar-Kebyar itu memang dikenal pandai bergaul. Maka, saat hari berpulangnya, masyarakat segala lapisan ikut mengiring. Tak terkecuali kerabat dan kawan-kawan musisi.
"Saat bapak dimakamkan, ada seseorang datang dari balik kerumunan. Mengenakan pakaian hitam dan berkerudung," kenang Remy. Dialah Titi Qadarsih, artis nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: