IXI Kembangkan Kacamata Pintar, Lensa Bisa Autofokus secara Otomatis

IXI Kembangkan Kacamata Pintar, Lensa Bisa Autofokus secara Otomatis

Tampilan prototype kacamata otomatis dari IXI. --endgadget

HARIAN DISWAY - Seiring bertambahnya usia, semakin rumit pula jenis kacamata yang dibutuhkan penggunanya. Sebab, yang dibutuhkan adalah kacamata plus dan minus sekaligus alias bifokal atau progresif. Itu terjadi karena yang digunakan adalah lensa tetap. 

Dalam waktu dekat, pengguna kacamata tidak akan lagi membutuhkan kacamata yang ribet, atau lebih dari satu. Inovasi IXI menghasilkan lensa yang mampu mengubah autofokus secara otomatis. Perusahaan asal Finlandia itu mengklaim bahwa inovasi tersebut merupakan yang pertama di dunia.

"Kacamata yang kami kembangkan menggunakan teknologi dynamic lenses berbasis kristal cair," ungkap CEO IXI Niko Eiden sebagaimana dilansir CNN pada Selasa, 6 Januari 2026.

Fokus lensa dapat berubah secara real time mengikuti kebutuhan pengguna, baik untuk jarak dekat maupun jauh. Dengan teknologi tersebut, pengguna tidak lagi membutuhkan kacamata bifokal atau progresif yang selama puluhan tahun menjadi solusi standar koreksi penglihatan.

BACA JUGA:Sensor Urin Rp160 Ribu dari Vivoo Ubah Kloset Jadi Pemantau Hidrasi Harian

BACA JUGA:Nanopartikel Magnetik Jadi Terobosan Terapi Kanker Tulang dan Regenerasi Tulang


DESAIN kerangka kacamata yang nantinya dipakai untuk lensa otomatisnya. --IXI

Eiden menilai industri kacamata relatif stagnan dalam hal inovasi koreksi penglihatan. Menurutnya, teknologi progresif yang pertama kali dikembangkan di Jerman pada 1950-an nyaris tidak mengalami lompatan besar sampai sekarang.

Ia meyakini, dalam satu dekade ke depan, kacamata dengan lensa yang disetel untuk fokus pada satu kondisi akan sangat ketinggalan zaman.

Secara teknis, kacamata IXI bekerja dengan kombinasi sensor optik dan komponen elektronik berukuran mikro yang tertanam di dalam bingkai.

LED kecil memancarkan cahaya inframerah tak kasat mata ke mata pengguna. Pantulan cahaya tersebut kemudian ditangkap oleh fotodioda yang melacak arah pandangan dan jarak fokus mata.

BACA JUGA:Aircela Kembangkan BBM Bebas Fosil dari Udara, Bisa Diproduksi dari Rumah

BACA JUGA:University of Utah Ciptakan Tangan Bionik Berbasis AI, Mampu Tingkatkan Kealamian Gerak

Data yang terkumpul kemudian diolah menjadi sinyal listrik untuk mengatur struktur kristal cair di dalam lensa. Seperti kacamata progresif, akan ada area khusus untuk membaca atau melihat jarak dekat. Namun, area tersebut akan menghilang sepenuhnya ketika sistem mendeteksi pengguna sedang melihat objek di kejauhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: