Max Biaggi Sebut Ducati Bukan Pabrikan Italia, Sulut Perang Identitas MotoGP
Max Biaggi, duta Aprilia, sekaligus mantan juara dunia empat kali kelas 250cc dan juara dunia WorldSBK dua kali. --Twitter M Sports @MSports_all
"Kami selalu bisa berada di tiga besar, lima besar. Bukan hanya dengan Marco Bezzecchi—Raul Fernandez juga telah menunjukkan bahwa motor ini cocok untuk banyak pembalap," Ujar Biaggi.
BACA JUGA:Akhir Era Michelin di MotoGP: Ban Disederhanakan, Logika Dikedepankan
BACA JUGA:Bezzecchi Jadi Arsitek Kebangkitan Aprilia di MotoGP 2025, Kontrak 2027 Hampir Pasti
Seluruh pernyataan Max Biaggi ini bisa disebut sebagai perang urat saraf tingkat dewa . Sosok Biaggi memang terkenal lugas dan tak pernah takut memicu kontroversi, sejak era rivalitas sengitnya dengan Valentino Rossi.
Secara teknis, Aprilia RS-GP memang tengah berada di performa puncak. Namun, membawa isu nasionalisme dan kepemilikan perusahaan ke permukaan seperti ini hampir pasti akan memancing reaksi keras dari kubu Ducati Lenovo maupun para petinggi Audi di Ingolstadt, Jerman.
Lantas, apakah status kepemilikan Audi benar-benar menghilangkan jiwa “Italia” dari Ducati? Ataukah ini sekadar strategi Biaggi untuk mengangkat mental tim Aprilia agar semakin percaya diri menghadapi dominasi Desmosedici? (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: