Khofifah Indar Parawansa Tegaskan Kesiapan RSUD Dr. Soetomo sebagai World Class Academic Center, Bantu Pemerataan Dokter

Khofifah Indar Parawansa Tegaskan Kesiapan RSUD Dr. Soetomo sebagai World Class Academic Center, Bantu Pemerataan Dokter

PERTEMUAN Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Menko PMK Pratikno untuk tegaskan peran RSUD Dr. Soetomo sebagai world class academic medical center. - - Dokumentasi RSUD Dr. Soetomo

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menemui dua menteri kabinet di Jakarta pada Minggu, 11 Januari 2026. Keduanya adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Dalam pertemuan tersebut, Khofifah datang bersama Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Prof. Cita RS. Prakoeswa dan para petinggi rumah sakit lainnya.

Mereka adalah Ketua Prodi Bedah Saraf RSPPU Prof. Joni Wahyuhadi, Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Prof. Dr. Ahmad Suryawan, Wakil Direktur Pendidikan Profesi Penelitian dan SDM Damayanti Tinduh, dan Kepala Bidang Diklat Astindari.

Khofifah dan delegasi rumah sakit menegaskan bahwa RSUD Dr. Soetomo Surabaya siap mendukung program strategis Kementerian Kesehatan RI. RSUD Dr. Soetomo siap menjadi institusi pendidikan dokter spesialis berbasis RS sekaligus mengejar standar world class academic medical center.

BACA JUGA:Kebutuhan Tinggi, Stok Darah RSUD Dr. Soetomo Menipis

BACA JUGA:RSUD Dr. Soetomo Siaga Nataru 2025, Siapkan 804 Tenaga Cadangan Antisipasi Lonjakan Pasien

Khofifah menjelaskan bahwa sebagai rumah sakit kelas dunia, RSUD Dr. Soetomo menjalankan fungsi pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjut secara terintegrasi dengan pendidikan dokter dan penelitian medis.

"Terlebih, penguatan layanan kesehatan, sumber daya manusia, serta kualitas tenaga medis yang dimiliki RSUD Dr. Soetomo  menjadi modal utama untuk mewujudkan standar tersebut," katanya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung penuh sistem pendidikan berbasis rumah sakit (hospital based) guna mengatasi ketimpangan jumlah dokter spesialis. 

Dengan metode ini, tenaga medis dapat lebih berkonsentrasi pada pengabdian di lokasi tugas mereka, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terluar, terpencil), demi menjamin akses layanan kesehatan spesialistik yang lebih adil di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:Hari Ibu 2025: Direktur RSUD Dr. Soetomo Jawa Timur Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Perempuan adalah Api yang Menyalakan Harapan

BACA JUGA:Mantan Ketua DPRD Jatim Kusnadi Meninggal Dunia di RSUD dr Soetomo Surabaya


JAJARAN pimpinan RSUD Dr. Soetomo bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu dengan Menko PMK di Jakarta. -Dokumentasi RSUD Dr. Soetomo.

“Kami berharap proses pendidikan profesi dokter spesialis berbasis hospital based dapat berjalan berdampingan dengan university based di RSUD Dr. Soetomo,” kata Khofifah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: