Dari Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMM: Pembantu Pembunuh Bayaran

Dari Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMM: Pembantu Pembunuh Bayaran

ILUSTRASI Dari Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMM: Pembantu Pembunuh Bayaran.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Park Dietz, psikiater forensik Amerika Serikat (AS) yang telah memberikan kesaksian di pengadilan dalam kasus-kasus kriminal mulai pembunuh berantai (Jeffrey Dahmer) hingga pembunuh bayaran yang gila (John Hinckley Jr), memiliki teori lain mengapa orang-orang yang berniat membunuh menyewa jasa pembunuh bayaran. 

Dietz: ”Kecurigaan utama saya adalah penggambaran pembunuh bayaran dalam budaya populer seperti film, Netflix, TV, video game, dan novel.” 

Menurut Dietz, hiburan semacam itu memberikan ”ilusi bahwa ini adalah layanan yang tersedia untuk siapa saja”. 

Artinya, mencari pembunuh bayaran itu dianggap gampang. Seperti banyak ditayangkan di film-film. Dengan demikian, ketika seseorang benar-benar menyewa pembunuh bayaran, hasilnya mengecewakan.

Pembunuhan Faradila melibatkan pembunuh (tepatnya pembantu pembunuh) bayaran. Dengan demikian, si pembantu banyak debat dengan pelaku utama sehingga kasus itu cepat terungkap. 

Namun, hal itulah yang dikehendaki pelaku utama. Ia awalnya menyuruh Suyitno mengeksekusi Faradila. Dikiranya Suyitno berani. Ternyata tidak. Malah mereka banyak debat. Untuk melakukan kekejaman luar biasa itu. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: