Dari Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMM: Pembantu Pembunuh Bayaran

Dari Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMM: Pembantu Pembunuh Bayaran

ILUSTRASI Dari Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMM: Pembantu Pembunuh Bayaran.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

BACA JUGA:Polisi Ungkap Pembunuhan Mahasiswi UMM di Pasuruan: Inilah Taktik Pelaku

Seumpama tidak terjadi perdebatan antara Agus dan Suyitno soal pembuangan mayat, dan mayat ditanam di dekat rumah pelaku di Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris, Probolinggo, beda lagi ceritanya. Bakal sulit ketahuan. Setidaknya butuh waktu lama.

Pembunuhan itu memang sarat perdebatan Agus dan Suyitno. Konstruksi perkaranya demikian:

Agus adalah suami Husnawiyah, kakak Faradila. Husnawiyah dan Faradila anak pengusaha kaya Probolinggo, Haji Ramlan. Bisnis Ramlan banyak dan semuanya sukses. Ada toko material bangunan terbesar di sana. Ada jasa persewaan truk. Perusahaan travel perjalanan. Ada jual beli properti. Ramlan dikenal sebagai Sultan Tiris (merujuk Kecamatan Tiris, Probolinggo).

BACA JUGA:Dalami Kematian Mahasiswi UMM di Purwosari Pasuruan, Polda Jatim Amankan Anggota Polres Probolinggo

Direktur keuangan semua bisnis Ramlan, awalnya, dipegang Husnawiyah. Namun, setelah Husnawiyah menikah dengan Agus, direktur keuangan dialihkan Ramlan ke Faradila.

Agus anggota Provos Polsek Krucil, Probolinggo. Sebelum menikahi Husnawiyah pada 2021, ia sudah cerai tiga kali dengan istri-istri sebelumnya.

Sopir pribadi keluarga Ramlan, Felai, 32, kepada wartawan mengatakan, ”ia (Agus) menikah dengan Husnawiyah saat berstatus duda tiga kali. Sedangkan Husna masih perawan (gadis).” 

Dari situ, logis Ramlan mengubah posisi direktur keuangan. Mungkin sebagai sikap waspada.

Namun, Ramlan memberi Agus dan Husnawiyah hadiah sebuah rumah di  Desa Ranuagung yang ditempati Agus dan Husnawiyah. Juga, Ramlan memberikan modal sehingga Agus membuka toko sembako di rumahnya. Juga, dihadiahi mobil Mitsubishi Triton dobel kabin warna merah nopol N 8765 NL.

Ironisnya, di rumah hadiah Ramlan itulah Agus menyekap anak Ramlan, Faradila. Ceritanya demikian:

Senin, 15 Desember 2025, Agus dan Faradila janjian bertemu. Faradila dari Malang mendatangi rumah Agus di Probolinggo, dia naik bus. Agus menjemput Faradila di Terminal Bayuangga, Probolinggo. Lalu, Faradila diajak ke rumahnya.

Tiba di rumah Agus, Faradila langsung disekap. Kedua tangan diborgol, kedua kaki diikat. Itu terekam kamera CCTV di rumah Agus yang kini jadi bukti perkara. Saat itu istri Agus, Husnawiyah yang juga kakak Faradila, tidak di rumah.

Di situ ada Suyitno, teman masa kecil Agus. Suyitno juga pegawai di toko sembako milik Agus. 

Berdasar hasil penyidikan, saat itu Agus memerintah Suyitno untuk menghabisi Faradila. Namun, Suyitno menolak. ”Bahaya. Kalau ketahuan, hukumannya berat,” ujar Suyitno.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: