Pertemuan Denmark, Greenland, dan AS di Washington Buntu, Sepakat Bentuk Forum Tingkat Tinggi

Pertemuan Denmark, Greenland, dan AS di Washington Buntu, Sepakat Bentuk Forum Tingkat Tinggi

Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen bersama Menteri Luar Negeri Greenland, Vivian Motzfeldt usah pertemuan dengan JD Vance dan Marco Rubio--BBC

HARIAN DISWAY - Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen mengatakan bahwa terdapat "ketidaksepakatan mendasar" dengan Amerika Serikat (AS) terkait Greenland usai pembicarannya dengan Wakil Presiden Amerika Serikat, James David Vance dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio di Gedung Putih pada Rabu, 14 Januari 2026 kemarin. 

Anda sudah tahu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mengatakan bahwa ia ingin merebut dan mengambil alih Greenland beberapa hari setelah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Trump juga mengatakan bahwa pengambilalihan Greenland oleh AS ditujukan untuk kepentingan keamanan Amerika Serikat. 

Pernyataan Trump tersebut ditolak oleh para pemimpin di Denmark. Terutama Perdana Menteri Greenland, Jens Frederik dan beberapa pemimpin negara Eropa, seperti Swedia, Islandia, Inggris, Prancis, dan Austria.

"Kami terbuka untuk dialog. Kami terbuka untuk pembicaraan. Namun, hal ini harus dilakukan melalui saluran yang tepat dan dengan menghormati hukum internasional," ujar Frederik saat itu. 

BACA JUGA:Ini Tiga Alasan Trump Ingin Caplok Greenland, Mulai Tambang Hingga Posisi Strategis Militer

BACA JUGA:Penjelasan Lengkap 28 Poin Rencana Trump untuk Perdamaian Rusia-Ukraina


Presiden AS, Donald Trump didampingi oleh Senator Lindsey Graham di dalam pesawat Air Force One pada 4 Januari 2026-Alex Brandon-AP

Pada Rabu, 14 Januari 2026, Amerika Serikat akhirnya menggelar dialog bilateral dengan Denmark dan Greenland di Gedung Putih, Washington DC.

Pada pertemuan tersebut, Rasmussen menyampaikan bahwa terdapat 'garis merah' yang tidak boleh dilanggar oleh Amerika Serikat. Akan tetapi, ia juga menegaskan bahwa Denmark dan Greenland terbuka terhadap kemungkinan AS menempatkan lebih banyak pangkalan militernya di pulau itu. 

"Kami sudah menjelaskan dengan sangat jelas bahwa ini (penolakan ambil alih Greenland oleh AS,Red) tidak dalam kepentingan Denmark," ujar Rasmussen usai pertemuan tersebut. 

Rasmussen juga menyebutkan bahwa AS, Denmark, dan Greenland, sepakat untuk membentuk kelompok kerja tingkat tinggi untuk membahas masa depan Greenland. 

BACA JUGA:Donald Trump Ingin Ambil Alih Gaza, Ini Reaksi Palestina dan Israel

BACA JUGA:Xi Jinping Tentang Keputusan AS Ambil alih Gaza


Wakil Presiden AS, JD Vance menjamu dan bertemu Menlu Denmark dan Greenland pada Rabu, 14 Januari 2026 untuk membahas masa depan Greenland-Bonnie Cash-UPI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber