Kekayaan Warisan Budaya Xinjiang di Urumqi, dari Karpet hingga Muqam
Drama musikal dan tari Meshrep, seni khas Uyghur saat tampil di Kazakhstan. -Xinhua-China Daily
HARIAN DISWAY - Wilayah Otonom Uighur Xinjiang di barat laut Tiongkok menyimpan kekayaan warisan budaya takbenda. Hingga kini hidup dan terus dijaga oleh berbagai kelompok etnis.
Xinjiang dikenal sebagai wilayah luas. Sejak berabad-abad silam menjadi rumah bagi beragam etnis yang hidup berdampingan.
Jejak sejarah Jalur Sutra menjadikan kawasan itu sebagai persimpangan peradaban. Tempat berbagai tradisi, seni, dan pengetahuan diwariskan lintas generasi.
Warisan budaya takbenda di Xinjiang merupakan peninggalan masa lalu. Sekaligus sebagai praktik hidup yang masih dijalankan hingga kini.
BACA JUGA:Golf Diperkirakan Berasal dari Tiongkok, Jejak Permainan Kuno yang Mendahului Skotlandia

Karpet Xinjiang yang telah eksis sejak 2.000 tahun silam.-China Daily-
Salah satu yang paling dikenal adalah karpet buatan tangan Xinjiang. Tradisi menenun karpet di sana telah berlangsung lebih dari 2.000 tahun. Mengalami berbagai perkembangan melalui pengaruh berbagai budaya.
Karpet Hotan menjadi ikon paling terkenal. Dibuat dari wol berkualitas tinggi dengan warna cerah dan motif tanaman, hewan, serta bentuk geometris. Prosesnya panjang. Mulai dari pemintalan, pewarnaan alami, hingga pengikatan ribuan simpul di alat tenun vertikal.
Selain itu, Xinjiang juga memiliki tradisi menenun dan mewarnai sutra Atlas. Sutra tersebut dikenal lembut, ringan, dan kaya warna. Serta telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional Tiongkok pada 2018.
Teknik ikat tradisional menciptakan motif khas. Seperti buah delima, tanduk domba, dan alat musik tradisional. Mencerminkan keberagaman budaya setempat.
BACA JUGA:Festival Hanyi di Tiongkok, Tradisi Hangat untuk Mengenang Leluhur
BACA JUGA:Fotografer Abadikan Ketangguhan dan Kisah Tersembunyi di Balik Tembok Besar Tiongkok
Kerajinan kertas murbei turut menjadi warisan penting. Berasal dari era Dinasti Tang, kertas itu dibuat melalui proses rumit dari kulit pohon murbei. Bahkan terkenal awet hingga ratusan tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: china daily