Kisah Paido Bonek Lewat Aplikasi Persebaya Selamanya, Gregetan Saat Tak Ada Pelatih

Kisah Paido Bonek Lewat Aplikasi Persebaya Selamanya, Gregetan Saat Tak Ada Pelatih

Bonek beri dukungan langsung di sesi latihan Persebaya jelang lawan Arema FC, Sabtu, 26 April 2025-Agustinus Fransisco-Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Banyak jalan menuju ke Roma, ada banyak cara pula untuk mendukung Persebaya. Itu dilakukan oleh Pradikta Rengga Widya, Bonek asal Gresik yang memberikan dukungan di balik layar ponsel. Tepatnya, lewat aplikasi Persebaya Selamanya. 

Bonek berusia sudah 39 tahun itu sudah mengenal Persebaya sejak usia sembilan tahun. Cinta pertamanya kepada Persebaya didapat kala Bajol Ijo (sebutan Persebaya) masih merumput di Gelora 10 Nopember, Tambaksari.

Saat itu ia diajak sang ayah. Kini, ia sudah menjadi ayah. Ia pun mengajarkan anaknya menyambung tradisi cinta untuk Persebaya. 

BACA JUGA:Persebaya Lepas Kadek Raditya ke Persis Solo, Susul Eks Manajer Bajol Ijo

BACA JUGA:Persebaya Bak Inter Milan Era Jose Mourinho, Disiplin, Cepat, dan Agresif!

Aktif Mem-Paido Lewat Aplikasi Persebaya Selamanya


Bruno Moreira saat memamerkan aplikasi Persebaya Selamanya-Media Persebaya-

Kesetiaannya tak cukup hanya dengan tepuk tangan dan teriakan di balik pagar tribun. Pradikta adalah salah satu pengguna paling aktif dari fitur Paido di aplikasi Persebaya Selamanya. Saluran resmi yang bisa Bonek menyampaikan masukan soal klub. 

“Kemarin seringnya pas Persebaya enggak ada pelatih. Sampek gregeten. Alhamdulillah sekarang bisa didengar manajemen dan dapat pelatih bagus,” ujarnya sambil tertawa kecil saat dihubungi Harian Disway, Minggu, 18 Januari 2026.

Kegelisahannya memuncak saat Persebaya ditinggal pelatih dan hanya ditangani caretaker Uston Nawawi. Ia pun gencar mengirim kritik lewatf fitur Paido di Persebaya Selamanya. Bahkan sampai spam.

Sebelum Paido hadir, Pradikta kerap bersuara di media sosial, tapi jarang mendapat respons. Kini, ia merasa didengar. “Langsung didengar. Itu saja yang penting,” katanya puas.

Salah satu momen paling membahagiakan baginya adalah ketika manajemen merekrut Bernardo Tavares sebagai pelatih. “Alhamdulillah manajemen mengambil pelatih Bernardo Tavares. Wah, lega sekali rasanya,” sambungnya.

Ia mengidolakan Tavares karena kemampuan mentransformasi tim. Seperti yang pernah dilakukan di PSM Makassar. Ia mengatakan kalau ketika PSM ditangani Tavares materi pemainnya apa adanya. Tapi, karena Tavares bisa jadikan hebat. Bisa menjadi juara liga.

BACA JUGA:Profil Gelandang Baru Persebaya, Pedro Matos, Si Playmaker Serbabisa

BACA JUGA:Persebaya Datangkan Pedro Matos, Tandem Rivera di Lini Tengah

Optimis Bersama Bernardo Tavares

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: