Cara Mengenali Video Deepfake dan Konten AI yang Viral di Media Sosial 2026
Istilah deepfake berasal dari gabungan kata deep learning dan fake, yang merujuk pada metode pembelajaran mesin yang digunakan untuk menciptakan konten tersebut. --iStockphoto

Deepfake bisa dengan mudahnya memanipulasi wajah dalam sebuah video.--War Room
Mengenali konten palsu tidak sekadar diperhatikan melalui observasi saja. Ada langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan.
Salah satunya dengan memeriksa sumber unggahan. Pastikan video berasal dari akun resmi atau sumber berita yang dapat dipercaya.
BACA JUGA:Adobe Integrasikan Model AI Gemini 3 Nano Banana Pro ke Photoshop dan Firefly
BACA JUGA:Ide Prompt Gemini AI untuk Mengubah Latar Foto secara Instan
Waspada dengan video yang hanya tersebar dari akun anonim. Atau tidak memiliki jejak kredibilitas yang layak.
Beberapa platform media sosial sekarang menawarkan pelabelan konten AI. Fitur itu memberikan tag atau indikasi. Bahwa suatu konten dihasilkan oleh sistem AI.
Meskipun tidak sempurna, itu dapat menjadi petunjuk awal sebelum memutuskan untuk memercayai atau menyebarkan video tersebut.
Menggunakan Alat Deteksi dan Literasi Digital

Gunakan tools pendeteksi deepfake seperti Deepware Scanner dan Microsoft Video Authenticator untuk memastikan konten benar-benar asli dan tidak dimanipulasi. --Freepik
Berbagai alat deteksi deepfake kini tersedia secara daring. Seperti Deepware Scanner, Sensity AI, atau Hive Moderation.
BACA JUGA:4 Prompt AI Gemini yang Wajib Dicoba untuk Foto Candid Jalanan Natural
BACA JUGA:Google Photos Hadirkan Fitur AI Baru, Bisa Edit dan Cari Foto Hanya dengan Bertanya
Alat-alat itu menganalisis aspek teknis video. Lalu memberikan indikasi apakah konten tersebut adalah hasil manipulasi AI atau tidak. Yakni berdasarkan pola tertentu yang sulit dikenali secara kasat mata.
Namun, alat saja tidak cukup tanpa literasi digital yang baik. Setiap orang perlu memiliki pemahaman dasar. Tentang bagaimana AI bekerja dan kesadaran terhadap risiko misinformasi. Itu membantu seseorang mengevaluasi konten dengan lebih kritis.
Edukasi terhadap publik dan peningkatan kemampuan menilai informasi menjadi kunci dalam mengurangi penyebaran hoaks berbasis video AI.
Etika Bermedia Sosial dan Perlindungan Diri
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: