Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI Dimulai, Solikin M. Juhro Jadi Kandidat Pertama
Test kelayakan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia dalam Rapat Komisi XI DPR RI--Youtube TVR Parlemen
JAKARTA, HARIAN DISWAY - Komisi XI DPR RI memulai rangkaian fit and proper test calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk masa jabatan periode lima tahun mendatang.
Proses uji kelayakan dan kepatuhan tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dan dihadiri oleh 20 anggota dari delapan fraksi, pada Jum'at, 23 Januari 2026.
Misbakhun memaparkan bahwa uji kelayakan ini merupakan bagian dari proses pergantian pejabat penuh untuk jabatan Deputi Gubernur BI.
Calon yang mengikuti tahapan tersebut diusulkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia melalui surat resmi kepada pimpinan DPR RI dan berdasarkan usulan gubernur BI yang mengajukan tiga nama calon kandidat.
"Pergantian ini untuk periode lima tahun dan merupakan proses pengisian jabatan penuh. Hari ini, berdasarkan kesepakatan rapat pimpinan dan rapat internal Komisi XI, kami memulai fit and proper test dengan calon pertama, yakni Solikin M. Juhro," ungkap pimpinan rapat oleh Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun.
BACA JUGA:Gubernur BI Prediksi Kurs Rupiah Menguat Rp 15.800 Juni Nanti
BACA JUGA:Riwayat Pendidikan Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Diusulkan Jadi Deputi Gubernur BI
Solikin yang saat ini menjabat sebagai kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi XI DPR RI.
Dalam pemaparannya, Solikin mengusung tema Memperkuat Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi, Berdaya Tahan, dan Inklusif untuk Indonesia Maju.
"Tema ini kami pandang sangat strategis dan sejalan dengan arah kebijakan pemerintah serta aspirasi masyarakat Indonesia guna mewujudkan Indonesia maju dan mampu keluar dari tantangan middle income trap," ujar Solikin.
Ia juga menekankan bahwa untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan, diperlukan penguatan stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan sebagai prasyarat fundamental.
Stabilitas tersebut dinilai penting agar proses transformasi ekonomi dapat berjalan secara sehat dan memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
BACA JUGA:Purbaya Nilai Thomas Djiwandono Punya Kapasitas untuk Duduki Kursi Deputi Gubernur BI
BACA JUGA:Gubernur BI Ungkap Alasan Penerbitan Rupiah Digital
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: