Natal Oikumene Notaris dan Werda Notaris Indonesia Garis Bawahi Pentingnya Persatuan Umat Kristiani

Natal Oikumene Notaris dan Werda Notaris Indonesia Garis Bawahi Pentingnya Persatuan Umat Kristiani

Para pengurus oikumene notaris dan werda notaris Indonesia berfoto bersama dengan dua tokoh sentral kristiani, di Mercure Grand Mirama Hotel, Sabtu, 24 Januari 2026.-Harian Disway-

Sesama manusia yang definisinya luas itu pula yang melandasi lahirnya ibadah oikumene pada Sabtu pagi itu. Ketua Pelaksana Sitaresmi Puspadewi Subianto, yang merupakan anggota Dewan Kehormatan Wilayah Jatim Ikatan Notaris Indonesia (INI), menyebut persatuan seluruh umat sebagai hal penting.

"Oikumene itu artinya satu-kesatuan. Tanpa memandang denominasi gereja Kristen atau Katolik. Semuanya," terangnya tentang arti oikumene. 

Sebagai ketua pelaksana, Sita berharap ibadah oikumene tersebut juga bisa mempererat ikatan yang terjalin antara para notaris. Khususnya, mereka yang Kristiani.

"Kami berharap lewat acara ini nanti ada regenerasi pengurus. Agar muncul yang adalah yang muda-muda, menggantikan kami nantinya,” ujarnya. 

BACA JUGA:Mengusung Tema Season of Togetherness, Grand Whiz Hotel Praxis Hadirkan Perayakan Natal dengan Nuansa Kebersamaan

BACA JUGA:Perayaan Natal di Tapanuli Utara Kenang Jasa 'Juru Selamat' dan Ajarkan Anak-Anak untuk Mencintai Bumi

Bertalian dengan oikumene, pada 18-25 Januari 2026 berlangsung Pekan Doa Sedunia. Baik umat Katolik maupun Kristen Protestan sama-sama menjalaninya. 

"Pekan doa ini menjadi sangat penting untuk mewujudkan kesatuan sesama murid Kristus di bumi ini," kata Modik. Itu juga selaras dengan moto pastoral Paus Leo XIV dalam audiensi untuk perwakilan Gereja Kristen dan agama-agama lain beberapa waktu itu.

Paus Leo mengajak umat mengekspresikan persaudaraan melalui tindakan nyata. "Tugas utama dari Paus Leo XIV adalah memulihkan persekutuan penuh di antara umat Kristiani," lanjut Modik. 

Selain INI, notaris-notaris dari Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) dan Majelis Pengawas Notaris (MPN) juga hadir dalam acara tersebut. Sekitar 200 orang yang menerima pesan damai dari Modik dan Ps. Philip mengaku antusias mengusung semangat persatuan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

BACA JUGA:Gereja-Gereja Simbol Toleransi di Surabaya (1): Enam Rumah Ibadah, Satu Napas

BACA JUGA:Gereja-Gereja Simbol Toleransi di Surabaya (2): Tenggang Rasa di Gereja Bersejarah

*) Peserta Magang Kemnaker RI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: