Presiden Kumpulkan Kabinet di Hambalang, Ini Sejumlah Isu yang Dibahas
Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri strategis ke Hambalang untuk mengikuti rapat maraton.--Setpres
HARIAN DISWAY – Presiden Prabowo Subianto segera melanjutkan agenda setibanya kembali ke Tanah Air.
Pada Minggu, 25 Januari 2026, Kepala Negara menggelar pertemuan dengan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Pertemuan itu berlangsung sejak siang hingga malam. Agenda utamanya tak lain adalah mengecek langsung progres program-program strategis nasional.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut, Presiden ingin memastikan seluruh agenda prioritas tetap berjalan sesuai target, meski dinamika global sedang tidak menentu.
“Setibanya dari lawatan luar negeri, Presiden Prabowo ingin mengecek perkembangan beberapa program strategis dari pejabat terkait,” tulis Teddy dalam keterangannya.
BACA JUGA:Tak Sampai 5 Jam di Paris, Prabowo–Macron Bahas Apa Saja?
BACA JUGA:Prabowo Sebut Danantara Kelola Aset USD 1 Triliun, Siap Jadi Investor Global
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menerima laporan lintas sektor. Dari pangan, energi, keuangan, hingga pertahanan dan keamanan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memaparkan perkembangan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Program ini menjadi salah satu tulang punggung pemerataan ekonomi desa yang tengah dikebut pemerintah.
Dari sektor energi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan kondisi terkini minyak dan gas nasional, termasuk kesiapan pasokan serta stabilitas energi dalam negeri.
Presiden juga mendengarkan paparan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Fokusnya pada kerja sama perguruan tinggi, pengembangan teknologi, serta sektor mineral dan batubara.
BACA JUGA:Tutup 1.000 Tambang Ilegal, Prabowo: Negara Tak Bisa Dibeli
BACA JUGA:Prabowo Tantang Pebisnis Rakus di WEF Davos 2026: Coba Suap Pemerintah, Anda Akan Terkejut
Di bidang keuangan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kondisi sektor perbankan nasional dan stabilitas fiskal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: