Capcom Pamer Keunggulan Resident Evil Requiem di PS5 Pro, Performa Tembus 120 FPS
Resident Evil Requiem di PS5 Pro sangat mumpuni dengan berbagai fitur yang disediakan konsol tersebut.--Capcom
HARIAN DISWAY — Capcom perlahan membuka tabir tentang Resident Evil Requiem, seri kesembilan dari waralaba horor legendaris yang dijadwalkan rilis pada 27 Februari. Di tengah antusiasme penggemar, satu hal yang kini ikut disorot adalah bagaimana game ini akan tampil dan dimainkan secara berbeda di PlayStation 5 Pro.
Lewat PlayStation Blog Jepang, Game Director Akishi Nakanishi mengungkap bahwa Resident Evil Requiem akan memanfaatkan kemampuan ekstra PS5 Pro secara maksimal. Bukan sekadar peningkatan visual, tetapi juga fleksibilitas pengaturan yang memberi pemain kontrol lebih luas terhadap pengalaman bermain.
Salah satu fitur utama adalah opsi Ray Tracing yang bisa diaktifkan atau dimatikan. Dengan Ray Tracing menyala, Resident Evil Requiem mampu berjalan di resolusi 4K pada 60 frame per detik. Namun, jika pemain memilih mematikan Ray Tracing, performa game bisa dipacu lebih jauh hingga 120 FPS.
Dengan rata-rata stabil di kisaran 90 FPS bagi monitor yang mendukung refresh rate tinggi. Nakanishi bahkan menyebut Capcom menghabiskan banyak waktu untuk mengoptimalkan frame rate, sampai-sampai kembali ke 60 FPS terasa “sedikit kurang”.
BACA JUGA:Resident Evil Requiem Konfirmasi Rilis di Nintendo Switch 2, Trailer Baru Ungkap Kengerian
Leon dan Grace memiliki gameplay yang berbeda, sehingga rasa pemain saat memainkan mereka menciptakan nuansa yang signifikan. --Capcom
Optimalisasi tersebut menjadi pembeda utama di PS5 Pro. Capcom tidak hanya mengejar visual tajam, tetapi juga kelancaran animasi yang membuat pergerakan karakter, tembak-menembak, hingga momen kejar-kejaran terasa lebih intens dan responsif.
Di luar peningkatan performa, Resident Evil Requiem juga memaksimalkan fitur khas PlayStation 5, terutama kontroler DualSense. Haptic feedback digunakan untuk menghadirkan sensasi fisik yang lebih nyata.
Pemain bisa merasakan tekstur saat tangan karakter dicengkeram musuh, hingga sensasi gigitan yang bergetar langsung di telapak tangan. Adaptive trigger pun diatur berbeda untuk tiap senjata, menciptakan bobot tarikan pelatuk yang unik, termasuk saat proses reload.
Bahkan elemen puzzle turut mendapat sentuhan khusus. Salah satunya adalah teka-teki kotak berisi permata berputar, di mana pemain dapat merasakan pergerakan dan mendengar isi kotak melalui getaran dan suara dari kontroler.
BACA JUGA:Reboot Resident Evil Tanpa Leon Kennedy, Zack Cregger Jamin Tetap Setia pada Game
BACA JUGA:Duo vs Leon: Ketika Duolingo Jadi Teror Baru di Resident Evil
Dari sisi cerita, Resident Evil Requiem membawa pemain kembali ke Raccoon City. Capcom berusaha menyeimbangkan horor dan aksi melalui dua karakter utama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: