Audiensi, Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir Tegur PT Pos Indonesia terkait Perobohan Bekas Asrama VOC
KETUA DPRD Kabupaten Gresik Syahrul Munir mengundang PT Pos Indonesia dalam audiensi di Gedung DPRD Kabupaten Gresik pada Rabu, 28 Januari 2026.-Moch. Sahirol Layeli-Harian Disway
HARIAN DISWAY - Bangunan eks asrama VOC di kawasan Heritage Bandar Grissee, Jalan Basuki Rahmat, Gresik, dirobohkan. Aktivitas itu menuai kegeraman Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir. Ia langsung menggelar audiensi di kantor DPRD Gresik pada Rabu, 28 Januari 2026.
Perobohan gedung yang menjadi aset sejarah itu dilakukan oleh BUMN, PT Pos Indonesia, dengan dalih mendukung pariwisata. Dalam audiensi, PT Pos Indonesia diundang bersama Disbudparekraf Kabupaten Gresik.
Di hadapan para pihak, Syahrul menyayangkan pembongkaran yang menurutnya tanpa surat izin resmi tersebut. Sebelumnya, PT Pos Indonesia menyatakan bahwa pembongkaran dilakukan atas sepengetahuan sekretaris daerah (sekda).
“Itu bukan izin, koordinasi ngobrol tidak jelas tidak bisa dikatakan izin. Izin itu harus surat dari instansi terkait. Kalau ketemu ngobrol saja itu juga tidak bisa dikatakan koordinasi,” tegas Syahrul.
BACA JUGA:M Syahrul Munir Desak OPD Percepat Realisasi Program Bantuan dan Insentif Guru
BACA JUGA:DPRD Gresik Adaptif dan Prorakyat di Bawah Kepemimpinan Syahrul Munir
Syahrul mengaku kaget mendengar berita perobohan bangunan bersejarah tersebut. Ia lantas memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai klarifikasi.
Dalam audiensi, ia didampingi Ketua Komisi I Muhammad Rizaldi Saputra dan Anggota Komisi II Dimas Setyo Wicaksono.
Sesuai keterangannya sebelumnya, Executive Manager PT Pos Indonesia (Persero) KC Gresik, Johan Riyadi, menjelaskan bahwa pembongkaran dilakukan oleh PT Pos Properti Indonesia, anak perusahaan PT Pos Indonesia, untuk optimalisasi aset.
“Pada tanggal 19 Agustus 2025, kami sowan ke Pak Sekda untuk mengenalkan PT Pos Properti. Akan dikembangkan untuk lahan parkir agar bisa memenuhi kebutuhan lahan parkir di Bandar Grissee,” kata Johan dalam audiensi.
BACA JUGA:Bersinergi, Kapolres dan Ketua DPRD Gresik Kawal Sengketa Warga-PT BIP
BACA JUGA:Kunjungi Islamic Center Gresik Universal Science, Gubernur Khofifah Sebut Layak Jadi Eduwisata Baru
Menurutnya, PT Pos Indonesia menemui sekda sebanyak dua kali. Pada 1 Desember 2025, pertemuan kedua dilakukan untuk koordinasi pengembangan gedung cagar budaya sebagai kantong parkir.
“Dalam koordinasi itu, sekda mengatakan akan melakukan koordinasi dengan OPD dan pihak-pihak terkait untuk menjadikan lahan tersebut sebagai kantong parkir,” tambahnya.
Regional Officer PT Pos Property menambahkan bahwa lahan tersebut adalah aset PT Pos Indonesia yang sedang dioptimalisasi dan dikomersialkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: