Warga Tiongkok yang Merasakan Berkah Naiknya Harga Emas: Mesin Pelebur Emas jadi Magnet Baru

Warga Tiongkok yang Merasakan Berkah Naiknya Harga Emas: Mesin Pelebur Emas jadi Magnet Baru

ANTREAN PENJUAL EMAS di mesin otomatis pada salah satu toko di Shanghai, 29 Januari 2026. -HECTOR RETAMAL-AFP-

Harga emas memang sudah telanjur melambung tinggi. Maka, yang bisa dilakukan bukannya meratapi, tetapi justru menangguk untung. Itulah yang dilakukan warga Tiongkok akhir-akhir ini.

TOKO di Shanghai itu sudah ramai sejak pagi, Kamis, 29 Januari 2026. Antrean mengular. Warga seperti tak sabar.

Tapi, mereka bukan datang untuk membeli emas. Melainkan menjualnya.

Puluhan orang terlihat berdesakan di sekitar sebuah mesin otomatis berwarna kuning terang: automated gold recycler. Mesin otomatis pendaur ulang emas.

Di layar digitalnya, angka harga emas terus bergerak. Di kamera transparan, lengan robotik bekerja tanpa emosi. Menimbang, menguji, lalu melebur perhiasan menjadi cairan emas.

BACA JUGA:Saat Emas Terlampau Mahal, Warga Hong Kong Beralih ke Perak: Emas atau Perak Sama-Sama Soal Kekayaan

BACA JUGA:Ketika Emas Meroket dan Bursa Saham Morat-Marit: Geopolitik Mengalahkan Ekonomi

Lonjakan harga emas global menjadi pemicunya. Pekan lalu, harga emas di pasar Shanghai menembus rekor baru, mendekati USD5.600 per ons. Bagi sebagian warga Tiongkok, angka itu berarti momentum.

Tiongkok adalah konsumen emas terbesar di dunia. Sejak lama, emas menjadi bagian dari budaya keluarga. Emas dibeli saat kelahiran, pernikahan, atau diwariskan lintas generasi. Namun kali ini, emas lama kembali ke pasar.

“Tak pernah terpikir harga emas akan naik sedrastis ini,” ujar Wu, 54, kepada kantor berita Agence France-Presse. Dia berdiri di antrean sambil menggenggam beberapa koin emas bergambar panda. Koin itu dia beli pada 2002, tak lama setelah sang putri lahir.

Wu bukan pemain baru. Beberapa waktu sebelumnya, ia sudah menjual cincin warisan ayah lewat mesin yang sama. Hasilnya sekitar 10 ribu yuan atau sekitar Rp24 juta. Melonjak sepuluh kali lipat ketimbang 10 tahun silam, saat sang ibu membeli emas tersebut.


KERUMUMAN WARGA yang akan menjual emasnya di sebuah toko di Shanghai, 29 Januari 2026.-HECTOR RETAMAL-AFP-

“Selama harga emas bertahan di level tertinggi sepanjang sejarah, sekarang adalah waktu yang tepat untuk menjual,” demikian pesan promosi yang terpampang di layar mesin milik Kinghood Group, perusahaan perdagangan emas yang memasang alat tersebut di mal-mal besar.

Mesin itu menampilkan harga real-time dari Shanghai Gold Exchange. Prosesnya transparan. Potongan emas diletakkan di timbangan, diuji kemurniannya dengan gelombang cahaya, lalu dilebur di depan mata pemiliknya. Tidak ada tawar-menawar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: